Andi menjelaskan, masa kepemimpinan anggota Dewan Pertimbangan Presiden di partai berlambang Kakbah akan sampai pada Muktamar Luar Biasa. Kata dia, agenda itu akan terselenggara setelah Pemilu 2019 selesai.
"Sebagai ketua umum sampai ke muktamar luar biasa yang akan dilakukan setelah pemilu, untuk memilih ketua umum baru," ujarnya.
Menurut dia, pengangkatan Suharso tak akan mendapat penolakan dari jajaran DPP dan DPW yang merupakan peserta Mukernas Hal tersebut karena merupakan permintaan dari Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan Maimun Zubair.
"Atas petunjuk Mbah Maimoen untuk menunjuk Pak Suharso sebagai Plt. Kemudian ditetapkan dalam mukernas partai," katanya.
(Baca Juga: Romi Ngaku Dijebak, Mahfud MD: Nanti Malam Kita Bongkar)