Keinginan Sandiaga Hapus UN Dikhawatirkan Sekolah Leluasa Luluskan Siswa Tanpa Dasar

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 19 Maret 2019 09:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 19 605 2031930 keinginan-sandiaga-hapus-un-dikhawatirkan-sekolah-leluasa-luluskan-siswa-tanpa-dasar-0ACCGI3gZN.jpg Sandiaga (Okezone)

JAKARTA - Pengamat Pendidikan Center of Education, regulation, and Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji menanggapi soal rencana calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang ingin menghapuskan Ujian Nasional (UN). Rencana itu disampaikan Sandiaga saat debat dengan Ma'ruf Amin.

Menurut Indra, upaya untuk penghapusan UN baik dilakukan sebab hal itu sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman.

 Baca juga: Mendikbud Tanggapi Wacana Sandiaga Uno soal Penghapusan UN

"Ya memang standar pendidikannya sudah berbeda sudah enggak bisa pakai standar tes begitu lagi," kata Indra saat dikonfirmasi Okezone, Selasa, (19/3/2019).

 Debat Pilpres (Okezone)

Indra mencontohkan, Singapura yang sudah menghilangkan sistem ujian sekolah di negaranya. Sebagai gantinya Singapura memperkuat dari segi diskusi, kuis, dan pekerjaan rumah bagi siswanya.

"Kalau kita bicara kajian para edukator memang semua menyarankan tidak ada lagi tes yang standar kan gitu, kalau mau ada evaluasi, itu tergantung dari sekolah masing-masing, masuklah ke manajemen berbasis sekolah," paparnya.

 Baca juga: Ingin Hapus UN, Sandiaga: Kualitas Pendidikan di Tiap Wilayah Beda-Beda

Namun yang masih menjadi kekhawatiran sekolah-sekolah justru leluasa meluluskan siswa tanpa didasari dengan kemampuan yang ada.

"Karena orang sekolah sendiri tidak memahami apa yang dimaksud kecerdasan yang intinya emang mutu pendidikan kita ya buruk," tambahnya.

Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno akan menghapuskan Ujian Nasional (UN) jika nantinya terpilih bersama Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

 Baca juga: Penampilan Ma'ruf Amin dalam Debat Dinilai Patahkan Keraguan Sejumlah Pihak

"Kita pastikan sistem UN dihentikan, diganti dengan penelusuran minat bakat," ujar Sandiaga dalam debat putaran ketiga di Jakarta, Minggu 17 Maret 2019.

Sandi mengatakan pihaknya akan memperbaiki kurikulum agar fokus pada akhlak yang mulia. "Kami juga punya konsep sekolah link and match yang mana pemberi lapangan kerja tersambung dengan lembaga pendidikan," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini