nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Karyawan di UEA Dipecat dan Dideportasi Setelah Rayakan Penembakan Masjid Selandia Baru

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 16:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 20 18 2032674 karyawan-di-uea-dipecat-dan-dideportasi-setelah-rayakan-penembakan-masjid-selandia-baru-OeLTdLynGq.jpg Prosesi pemakaman korban penembakan masjid di Christchurch, 20 Maret 2019. (Foto: Reuters)

DUBAI – Sebuah perusahaan di Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan telah memecat dan mendeportasi seorang pegawainya setelah dia diduga merayakan pembunuhan massal di dua masjid di Selandia Baru yang terjadi pekan lalu.

Pada Jumat, teroris supremasi kulit putih Brenton Tarrant melakukan serangan dan melepaskan tembakan ke dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, menyebabkan 50 orang tewas dan melukai puluhan lainnya.

"Selama akhir pekan, seorang karyawan Transguard membuat komentar provokatif di akun Facebook pribadinya merayakan serangan masjid yang menyedihkan di Christchurch, Selandia Baru," demikian disampaikan perusahaan keamanan Transguard pada Selasa dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Rabu (20/3/2019).

"Kami memiliki kebijakan tanpa toleransi untuk penggunaan media sosial yang tidak tepat, dan sebagai akibatnya, individu ini segera diberhentikan dan diserahkan kepada pihak berwenang untuk menghadapi keadilan," kata Direktur Transguard, Greg Ward.

Perusahaan itu mengatakan, pegawai tersebut telah dideportasi oleh pemerintah UEA.

Transguard, merk dari Emirates Group, tidak mengungkapkan komentar yang di-posting pegawai tersebut. Nama, kebangsaan, dan posisi karyawan itu juga tidak dipublikasikan.

Pejabat pemerintah UEA tidak belum memberikan komentarnya atas kasus ini. Seorang juru bicara Emirates mengatakan perusahaan tidak memiliki hal lain untuk ditambahkan pada pernyataan yang telah disampaikan Transguard.

UEA telah mengutuk serangan itu dan menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban dan Selandia Baru.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini