nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keroyok Orang di Pulogadung, 13 Anggota Geng Motor Tiga Serangkai Diringkus

Antara, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 19:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 20 338 2032766 keroyok-orang-di-pulogadung-13-anggota-geng-motor-tiga-serangkai-diringkus-gEVlVzODwu.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Subdit 3 Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya meringkus 13 pelaku pengeroyokan di Terminal Pulogadung pada Minggu 17 Maret yang mengakibatkan empat orang korban mengalami luka berat.

"Petugas berhasil mengungkap kasus tindak pidana di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang (pengeroyokan) dan menguasai senjata tajam tanpa izin di Terminal Pulogadung dengan mengamankan 13 tersangka di mana tiga di antaranya di bawah umur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta seperti dikutip Antara, Rabu (20/3/2019).

Para tersangka yang diringkus aparat penegak hukum dalam kasus tersebut adalah KV (16), MHR (17), SSR (17), LN (18), MFD (24), DMS (19), FZ (21), AWL (20), BBG (21), LTF (20), FJR (18), DN (18) dan AVN (18).

"Mereka memiliki peran yang berbeda-beda mulai dari penyerangan dengan batu, membawa pedang, dan membacok, sebagai joki motor, menyiapkan kendaraan untuk lari, dan ketua penyerangan," kata Argo.

(Baca Juga: Ajudan Kapolres Nyaris Tewas Dikeroyok Warga, 3 Pelaku Ditangkap 2 Kabur)

Sebanyak 13 orang tersangka tersebut, kata Argo, merupakan bagian dari geng motor bernama Tiga Serangkai yang merupakan gabungan dari tiga kampung yaitu Kayu Tinggi Cakung Timur, Pedurenan Cakung Timur, dan Rusun Rawa Jahe Jatinegara.

Geng Tiga Serangkai ini, lanjut Argo, pada Minggu 17 Maret sekira pukul 04.30 WIB menyerang Terminal Pulogadung, depan Hotel Diraja, Jakarta Timur, yang merupakan tempat berkumpul kelompok yang mereka anggap musuh yang mereka sebut Kelompok Warjeng (Warung Jengkol) sebanyak 20 orang dengan mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam antara lain samurai, celurit, dan parang untuk menyerang.

Ilustrasi

Menurut Argo, alasan penyerangan sebagai balas dendam karena sebelumnya dua kelompok ini pernah terlibat aksi tawuran satu pekan sebelumnya yang mengakibatkan kelompok Tiga Serangkai kalah. 

Kejadian ini mengakibatkan sedikitnya empat korban luka berat hingga tidak bisa beraktivitas yakni Ahmad Ilyas (mengalami luka bacok pada bagian pergelangan tangan hingga putus), Aji Apriyansyah (mengalami luka bacok pada bagian kepala samping kanan), Fadel Afgan (mengalami luka bacok pada bagian punggung atas, dada kanan atas, dan mulut) serta Muhammad Hafidz Azhar (mengalami luka pada bagian pelipis kanan).

"Semua korban sekarang berada di RS Columbia dan RS Persahabatan. Kami juga sedang menyelidiki adanya korban lain," ujar Argo.

(Baca Juga: Pelaku Pengeroyok Eks Pasukan PBB Asal Turki Akhirnya Ditangkap)

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua celurit, satu cocor bebek, satu pedang katana (samurai), tiga sepeda motor dan 12 telefon seluler.

Para rersangka kemudian dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan atau Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam dengan ancaman hukuman maksimal masing-masing lima tahun dan 10 tahun.

"Sementara untuk yang di bawah umur diperlakukan berbeda dengan pelaku lainnya dengan memberlakukan Undang-Undang SPPA," kata Argo.

(Ari)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini