nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ajudan Kapolres Nyaris Tewas Dikeroyok Warga, 3 Pelaku Ditangkap 2 Kabur

Chanry Andrew S, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 23:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 19 340 2020305 ajudan-kapolres-nyaris-tewas-dikeroyok-warga-3-pelaku-ditangkap-2-kabur-fmIuasqqRf.jpg Ilustrasi Penganiayaan (Foto: Okezone)

JAYAPURA - Ajudan Kapolres Jayawijaya, Briptu Agus Dalyono nyaris tewas setelah dikeroyok warga. Peristiwa itu terjadi di di ruangan laboratorium RSUD Wamena, Senin 18 Februari 2019.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Achmad Mustofa Kamal mengatakan pihaknya sudah mengamankan tiga dari lima orang pelaku yang dijerap pasal 170 KUHP. Sementara dua tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

Lima tersangka pengeroyokan tersebut adalah PY (25), YW (20) dan TW (25). “Tapi PK pelaku perampasan senjata api korban dan MY masih dikejar. Senjata korban sudah dikembalikan,” kata Kamal, Selasa (19/2/2019).

Baca Juga: Mobil Kecelakaan, Istri dan Ajudan Kapolres Tulungagung Tewas

Aniaya

Saat ini, Briptu Agus Dalyono dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura untuk perawatan lebih lanjut. “Ajudan ini mengalami luka di bagian kepala dan harus menjalani perawatan intensif,” kata Kamal.

Sebelumnya diketahui Briptu Agus Dalyono dikeroyok lebih 20 orang di RSUD Wamena, saat hendak melihat kesehatan kepala kampung dari Lanny Jaya yang dikabarkan meninggal dunia. Setelah tiba di rumah sakit itu, Briptu Agus tiba-tiba diserang oleh warga.

Aksi pengeroyokan tersebut dilakukan di ruangan laboratorium RSUD Wamena dengan cara memukul dengan batu, menendang dengan kaki dan memukul dengan tangan. Sehingga korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan senjata api laras pendek milik korban dirampas oleh pelaku saudara PK.

“Walau senjata sudah dikembalikan, PK sebagai pelaku perampasan masih melarikan diri, bersama dengan satu orang pelaku penegeroyokan lainnya,” ucap Kamal.

Baca Juga: Mobil Terjun ke Jurang Dekat Tol Bakauheni, 2 Orang Tewas

Sementara itu, Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan, pemukulan ini buntut dari persoalan di Kabupaten Lanny Jaya beberapa waktu lalu.

“Saat itu oknum kepala kampung yang beberapa waktu lalu melakukan pemalangan terhadap anggota dalam keadaan mabuk dan melakukan pengoroyokan terhadap anggota di Lanny Jaya,” ungkap Tonny di Wamena, Senin 18 Februari 2019.

Baca Juga: 5 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Purbaleunyi, 3 Orang Terluka

Aniaya

Menurut Tonny, buntut dari masalah kepala kampung itu memprovokasi massa dan menyerang Polres Lanny Jaya, sehingga aparat mengeluarkan tembakan peringatan dan kepala kampung itu terkena rekoset. Sehingga harus dirawat ke RSUD Wamena. Setelah dirawat kepala kampung itu sudah dinyatakan boleh pulang atau sudah sehat.

“Saat pulang, kepala kampung itu terjatuh lagi di rumahnya sehingga harus kembali dirawat. Tapi ada kabar jika kepala kampung itu meninggal, sehingga saya memerintahkan anggota untuk mengecek ke sana (rumah sakit),” jelas Tonny.

Setelah dilakukan pengecekan, kata Tonny, anggotanya secara spontan langsung dikeroyok masyarakat yang ada di situ hingga harus mendapat perawatan medis. Aparat kepolisian yang mendengar kejadian itu langsung datang dan melakukan penangkapan terhadap para pelaku.

“Saya juga sudah diperintahkan Kapolda Papua untuk membantu Polres Lanny Jaya, mengantisipasi hal–hal yang tidak diinginkan. Intinya Polres Jayawijaya akan membantu Polres Lanny Jaya saat ini,” kata Tonny.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini