nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Jayapura Tetapkan Status Darurat Banjir Bandang Selama 14 Hari

Antara, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 15:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 20 340 2032644 bupati-jayapura-tetapkan-status-darurat-banjir-bandang-selama-14-hari-noUd0zHieh.jpg Bupati Jayapura, Mathias Awaitouw (Foto: Dok. Okezone)

JAYAPURA - Pemerintah Kabupaten Jayapura (Pemkab) Provinsi Papua menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang di daerah tersebut selama 14 hari kedepan, terhitung sejak 16 Maret 2019, untuk mengoptimalkan penanganan korban banjir.

Bupati Jayapura, Mathias Awaitouw mengungkapkan, tanggap darurat itu dikeluarkan dalam surat pernyataan tanggap darurat bencana banjir bandang Kabupaten Jayapura bernomor 360/45/sp/st pada 16 Maret 2019.

Menurutnya, intensitas curah hujan yang tinggi pada Sabtu 16 Maret 2019 pukul 18.00 WIT hingga pukul 23.30 WIT di beberapa distrik di wilayah Kabupaten Jayapura telah mengakibatkan bencana banjir bandang.

"Bencana tersebut mengakibatkan korban jiwa, harta benda, rusak dan hilangnya rumah warga, kerusakan sarana prasarana umum, permukiman dan infrastruktur jalan serta jembatan," ujarnya, melansir dari Antaranews, Rabu (20/3/2019).

Dengan melihat kondisi di lapangan yang membutuhkan penanganan segera, kata dia, maka perlu dilakukan upaya-upaya penanganan darurat terkait sehingga dapat meminimalisir dampak bencana. Untuk itu, perlu ditempuh langkah-langkah penanganan yang bersifat cepat, tepat dan terpadu sesuai standar dan prosedur penanganan pada masa tanggap darurat.

Banjir Bandang Sentani

Dirinya juga meminta kepada semua instansi terkait Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, dunia usaha, serta masyarakat umum di wilayah Kabupaten Jayapura agar dapat melakukan antisipasi potensi bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura.

Data terkini korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura untuk yang meninggal dunia sebanyak 104 jiwa, dilaporkan hilang 93 jiwa, luka-luka ringan 75 orang, luka berat 84 orang dengan korban terdampak di tiga distrik yakni Sentani, Waibu, dan Sentani Barat sebanyak 11.725 kepala keluarga.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini