"Jadi, konsep kita bagaimana membongkar prasangka yang buruk seperti itu bahwa sebenarnya masing-masing orang bebas untuk memilih sesuai keyakinannya. Nah, dalam hal ini bagaimana kita kita sebagai orang Indonesia sebagai umat muslim bisa memanfaatkan hak tersebut. Prasangka yang kita hadapi itu yang mau kita dudukkan. Marilah kita bersama-sama memikirkan sesuatu yang lebih besar bahwa negara membutuhkan kita semua," kata Rudolf.
Kegiatan ini nantinya terbuka untuk umum. Baik muslim maupun nonmuslim diperbolehkan hadir. Sejauh ini kata Rudolf, tercatat ada 1.000-an orang yang menyatakan diri untuk hadir.
"Target peserta 2.000 orang semua mendapat tempat duduk. Peserta yang daftar banyak dari pengajian pesantren ada yang daftar seratus, dua ratus ada juga daftar secara kolektif ada juga masyarakat yang mendaftar secara langsung sampai ini sudah lebih dari seribu," ujarnya.
Bagi para peserta yang nanti tidak kebagian tempat, pihaknya juga telah mengantisipasinya dengan menyiapkan ruang tambahan di lokasi acara.
"Giant screen sudah kita siapkan satu, tapi yang sudah kita antisipasi sekarang di luar kita sudah siapkan screen, supaya yang di luar yang enggak dapat tempat tetap kebagian acara," tutur Rudolf.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.