"Program tetap. Kemudian juga penangkalan terhadap hoaks, jangan percaya fitnah. Itu pasti di dalamnya tetap ada. Tapi, lebih fokus pada arah untuk nanti memilih menusuk kepada (paslon 01)," imbuhnya.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengungkapkan, dalam kampanye rapat umum nanti, dirinya dan Jokowi tidak selalu hadir bersama-sama. Pasalnya, keduanya harus membagi tugas untuk menyapa rakyat dan memperluas peluang keterpilihan.
"Pasti umumnya tidak bareng. Mungkin ada titik-titik yang tidak bareng. Saya belum tahu, nanti Tim Kampanye Nasional (TKN) yang mengatur kapan saya bareng," jelas Kiai Ma'ruf.
(Baca juga: Dilaporkan ke Bawaslu karena Dinilai Membiarkan Hoaks, Ma'ruf Amin: Apa Salah Saya?)