Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Topeng Betawi, Antara Pertunjukan Seni dan Mitos Penolak Bala

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Sabtu, 23 Maret 2019 |09:02 WIB
Topeng Betawi, Antara Pertunjukan Seni dan Mitos Penolak Bala
Gadis penari Topeng Betawi (Foto: Ist)
A
A
A

SIANG itu, tampak perempuan berparas ayu sedang asyik melenggak-lenggokkan pinggulnya ke kiri dan kanan diikuti irama gendang kromong. Gadis berbalut kebaya khas Betawi itu begitu piawai menari mengikuti alunan musik yang mengiringinya.

Mengenakan mahkota bermacam warna, gadis itu kemudian mengambil sebuah topeng berwarna merah. Topeng itu kemudian dikenakan untuk menutupi wajahnya. Tarian yang dipertontonkan gadis itu tak lain ialah 'Topeng Betawi'. Topeng Betawi ialah perpaduan antara seni tari, musik dan nyanyian.

Tarian ini sebenarnya muncul sejak awal tahun 1900-an silam. Konon, Topeng Betawi kerap dijadikan sebagai atraksi penolak bala atau malapetaka.

Topeng Betawi biasa disajikan secara berkeliling oleh para seniman, terutama sebagai bagian hiburan dari pesta pernikahan atau khitanan. Pertunjukan tarinya sendiri biasa digelar semalaman suntuk. Tarian yang menggunakan topeng sebenarnya ada ditemukan di sejumlah wilayah nusantara, seperti Bali, Cirebon, Magelang dan Malang.

Pegiat Tari Topeng Betawi, Andi Supardi (58) berkisah khusus soal cikal-bakal terbentuknya kesenian Tari Topeng Betawi. Di mana, kakek-neneknya adalah penggagas Tari Topeng Cisalak (mengambil nama kampung kelahiran-red) yang kini tetap lestari sebagai budaya legendaris orang Betawi.

Penari Topeng Betawi

“Tari Topeng Cisalak berdiri pada tahun 1918 yang didirikan oleh Dji’un bin Dorak dan almarhumah Kinang binti Kinin yang di mana biasa mementaskan tari itu dari kampung ke kampung,” ujar Andi kala berbincang dengan Okezone di rumahnya Jalan Gadog Raya, Gang Melati Nomor 51, RT 03/RW 07, Kampung Cisalak, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Depok belum lama ini.

Andi adalah generasi ketiga keturunan pewaris tari Topeng Betawi dari kakek neneknya. Ia melestarikan kesenian tersebut melalui Sanggar Kinang Putra dan Sanggar Ratna Sari. Dia juga aktif mengajar musik kesenian tradisional di perkampungan budaya Betawi, Jakarta Selatan.

Bicara soal mitos Tari Topeng Betawi, Andi tak memungkiri jika pada zaman dahulu, tarian itu dipercayai dapat menolak bala. Bahkan tak jarang, warga saat masa penjajahan Belanda itu kerap mengundang para penari Topeng Betawi untuk mengisi acara pesta hajatan dan maupun sekadar upaya menolak hal-hal negatif seperti musibah atau malapetaka.

"Misalnya ada orang yang sebelum manggil topeng (penari Topeng Betawi-red) anaknya dia sakit, kemudian diucapkan kata-katanya yang manjur dengan berharap maha kuasa. 'Elu kalau bisa sembuh dari penyakitnya, elu sehat panjang jodohnya mau dipanggilin (penari) topeng. Dia sembuh dan punya utang. Itu namanya nazar. Jadi, dulu secara umum kalau memanggil tari topeng itu untuk melakukan nazar," tuturnya.

Dia menyebut, tari Topeng Betawi dahulu tak hanya sebatas penolak bala, namun unsur mistisnya juga masih kental. Andi bercerita, jika dulu semasa neneknya masih hidup kata Andi, pernah ada yang kerasukan roh halus saat atraksi tari Topeng Betawi sedang berlangsung.

Infografis Seni Berbau Mistis

"Dahulu kalau belum dinariin topeng sama Mak Kinang, malah ada yang pernah kesurupan. Itu zaman dulu, ceritanya sekitar tahun 1940-an lah," kata dia.

Namun seiring berjalannya waktu, lanjut Andi, kepercayaan bahwa kesenian ini bisa jadi sarana penolak bala perlahan mulai luntur. Dia pun menolak dikatakan jika unsur mistis masih erat dengan tarian kebanggaan orang Betawi itu.

Saat ini, menurutnya, tari Topeng Betawi hanyalah kesenian biasa atau sebagai sarana hiburan di acara hajatan, seperti pesta pernikahan, khitanan, bahkan di ajang perlombaan.

"Sekarang itu manggung sesuai permintaan, ada untuk anak-anak lomba, nikahan, sunatan hingga pembukaan acara yang ada di luar negeri,” kata Andi sembari berharap agar warga Jakarta tidak sungkan mempelajari budayanya sendiri.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement