Politikus PDIP Ungkap Adanya Kampanye Hitam terhadap Jokowi di Kediri

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 24 Maret 2019 07:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 24 605 2034180 politikus-pdip-ungkap-adanya-kampanye-hitam-terhadap-jokowi-di-kediri-u5hDa3xIe1.jpg Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari. (Dok Okezone)

JAKARTA – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari, sepakat dengan sikap Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), yang akan melakukan perlawanan terhadap hoaks dan fitnah yang menyerang dirinya.

Sebab, dijelaskan Eva, saat dirinya melakukan kunjungan ke Kediri tepatnya di Desa Ngletih, Jawa Timur, ada seorang pemuka agama atau ustaz yang melakukan kampanye hitam terhadap Jokowi di masjid.

"Saya setuju dengan sikap Pak Jokowi. Ketika saya turun dalam melakukan pemenangan itu, itu kemarin misal di Desa Ngletih, Kediri, ada ustaz dari Malang di masjid melakukan kampanye hitam kepada Pak Jokowi," ucap Eva kepada Okezone, Sabtu (23/3/2019).

Eva berjanji akan melaporkan dugaan kampanye hitam yang menyerang Jokowi tersebut ke pihak yang berwenang. Dia menduga, memang ada gerakan yang sengaja menargetkan rumah-rumah ibadah sebagai tempat untuk melakukan kampanye hitam.

Deklarasi Sekelik Lampung Beri Dukungan untuk Jokowi

"Jadi memang dengan sengaja menarget masjid-masjid untuk menyebar fitnah menyebar kampanye hitam kepada Pak Jokowi dan ini betul-betul pelanggaran yang serius. Karena masjid enggak boleh dipakai kampanye," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi sempat geram terhadap isu hoaks dan fitnah yang terus-menerus menyerang dirinya. Di hadapan pendukungnya yang ‎merupakan Alumni Jogja, Jokowi akan bertindak ketika dituding sebagai antek asing.

(Baca Juga : Jokowi: 4,5 Tahun Difitnah Saya Diam, Hari Ini Akan Saya Lawan!)

"Saya sebetulnya sudah diam 4,5 tahun difitnah saya diam, dijelek-jelekkan saya diam, dicela, direndahkan saya diam, dihina dihujat saya diam, tapi hari ini di Jogja saya sampaikan saya akan lawan. Ingat sekali lagi, akan saya lawan. Bukan untuk diri saya, tapi untuk negara. Tuding-tuding saya antek asing, perlu saya sampaikan tahun 2015 yang namanya Blok Mahakam dikelola 50 tahun oleh Impact dan Total dari Jepang sudah kita ambil 100 persen. Saya tak cerita saat itu, tapi dituding terus antek asing. Blok Rokan dikelola Chevron dari Amerika sudah dimenangkan 100 persen oleh Pertamina, saya diam saja tetap masih dituding antek asing. Tapi sekarang di hadapan warga Jogja saya akan lawan," ucapnya tegas.

(Baca Juga : TKN: Jokowi Akan Melawan Fitnah dan Hoaks dengan Cara Demokratis)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini