nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Luka di Tangan Jadi Petunjuk Polisi Tetapkan Dosen Tersangka Pembunuhan PNS

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 11:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 25 609 2034523 luka-di-tangan-jadi-petunjuk-polisi-tetapkan-dosen-tersangka-pembunuhan-pns-sQUz0hdw66.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku pembunuhan. (Foto: Shutterstock)

MAKASSAR – Penyidik Polres Gowa resmi menetapkan seorang dosen bernama Dr Wahyu Jayadi (43) sebagai tersangka kasus pembunuhan yang menewaskan Siti Zulaeha Djafar (37), seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Korban ditemukan tewas di atas mobilnya pada Jumat 22 Maret 2019, sekira pukul 08.30 Wita, di Jalan Poros Japing, Perum Bumi Zarindah, Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitongan mengatakan, berdasarkan gelar perkara yang dilakukan bersama Satreskrim, Kasiwas-Kasipropam-Kasubaghuma Polres Gowa, Tim Kedokteran Forensik dan Tim Inafis Polda Sulsel didapat kesimpulan bahwa disepakati meningkatkan status Wahyu dari saksi menjadi tersangka.

Shinto menuturkan, pihaknya menerapkan metode scientific crime investigation dalam mengungkap kasus pembunuhan ini. Berdasarkan gelar perkara itu, diketahui pembunuhan dan penganiayaan berat tersebut dilakukan Wahyu pada Kamis 21 Maret 2019, sekira pukul 20.00 Wita.

"Jadi saat itu pelaku hentikan mobil di tepi jalan, kemudian lakukan kekerasan fisik gunakan tangan kosong terhadap korban hingga meninggal dunia. Pascakorban meninggal, pelaku hentikan mobil di TKP lain, kemudian melarikan diri," kata Shinto kepada Okezone, Senin (25/3/2019).

(Baca juga: PNS Ditemukan Tewas dengan Kondisi Terlilit Safety Belt, Diduga Dibunuh)

Ia mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh dua saksi yakni RL (31), pengawas di Perum Bumi Zarindah; dan IDR (49), dosen yang juga keluarga korban. Minimnya saksi yang melihat tersangka menganiaya korban disikapi dengan pendekatan scientific crime investigation yang menyajikan bukti-bukti ilmiah selain keterangan saksi-saksi.

"Jadi pelaku ini memiliki luka pada tangannya. Untuk diuji DNA darah yang ada di pintu mobil kanan depan dan di dalam mobil cocok dengan darah milik pelaku. Jadi saat tersangka datang ke rumah sakit dengan maksud melihat jasad korban, tersangka memiliki luka. Di situ dilihat oleh penyidik. Saat ditanyai, tersangka mengaku lukanya sudah empat hari yang lalu. Namun secara psikologi, tersangka akhirnya ketahuan dan langsung dibawa ke mapolda untuk diperiksa sebagai saksi," jelas Shinto.

Ilustrasi mayat. (Foto: Shutterstock)

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan pelaku, pembunuhan nekat dilakukan lantaran korban kerap mencampuri urusan pribadi dan pekerjaan pelaku.

Adapun motif hingga pelaku melakukan pembunuhan, kata Dicky, yaitu karena merasa tidak terima dengan perlakuan korban yang selama ini sudah dianggap sebagai keluarganya. Korban dianggap kerap mencampuri urusan pribadi pelaku.

"Yang di mana korban tersebut sudah terlalu jauh ikut campur terhadap masalah pekerjaan dan masalah pribadi pelaku," kata Dicky kepada Okezone, Sabtu 23 Maret 2019.

(Baca juga: Pembunuh PNS Ditangkap Polisi saat Lihat Jasad Korban di Rumah Sakit)

Ia mengatakan, selanjutnya pihak Polda Sulsel akan melakukan prarekonstruksi dan melakukan penyerahan tersangka serta barang bukti ke Pihak Satuan Reskrim Polres Gowa untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi berupa satu batu kali yang digunakan untuk memecahkan kaca mobil sisi kiri depan korban, satu kunci mobil korban, satu mobil merek Daihatsu Terios milik korban, satu kerudung berwarna hijau polos milik korban, satu cincin emas dan jam tangan korban.

Selanjutnya ada pakaian yang digunakan korban, satu HP iPhone X dalam keadaan rusak berat milik korban, dua HP Samsung warna hitam dan Xiaomi milik pelaku, pakaian yang digunakan pelaku, dan cincin bermata batu milik pelaku.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini