Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penjaga Hutan dan Harimau Liar 3 Hari Terjerat dalam Perangkap yang Dipasang Pemburu

Antara , Jurnalis-Selasa, 26 Maret 2019 |13:25 WIB
Penjaga Hutan dan Harimau Liar 3 Hari Terjerat dalam Perangkap yang Dipasang Pemburu
Harimau (Foto WWF)
A
A
A

PEKANBARU - Insiden langka terjadi di kawasan hutan Restorasi Ekosistem Riau (RER), ketika seorang penjaga hutan atau jagawana dan seekor harimau Sumatera liar sama-sama terperangkap jerat yang dipasang pemburu di provinsi Riau.

Beruntung keduanya bisa diselamatkan, dan jagawana tersebut tidak sampai menjadi sasaran amuk harimau liar yang kelaparan karena berhari-hari kakinya terikat jerat kawat baja.

"Kejadian ini lucu juga sebenarnya, petugas itu terjerat sampai kakinya tergantung di area yang sama dengan harimau itu. Ketika dia berteriak minta tolong, ternyata ada harimau di sana, tetapi tidak bisa menerkam karena kakinya terjerat juga,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono di Pekanbaru, Selasa (26/3/2019).

Kejadian itu terjadi, pada Jumat 22 Maret lalu di kawasan RER yang dikelola PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) di Desa Sangar, kecamatan Teluk Meranti, kabupaten Pelalawan. Perusahaan dari APRIL Group ini mengantongi izin restorasi ekosistem dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Kawasan Semenanjung Kampar, kabupaten Pelalawan, sejak 2012 dengan luas 20.265 hektare.

Suharyono mengatakan pihaknya menerima laporan dari PT GCN dan langsung mengirim tim pendahuluan untuk mengobservasi satwa langka itu. Pada Sabtu 23 Maret, tim sudah bisa melakukan identifikasi, dan lokasi terjeratnya harimau cukup jauh sehingga memerlukan waktu tempuh sekira 11 jam menggunakan kapal dan berjalan kaki.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement