SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana membangun rumah sakit umum daerah (RSUD) di lahan Permakaman Bong Mojo, Kampung Mipitan, Jebres, Solo, Jawa Tengah. Langkah tersebut cukup menghebohkan publik, lantaran hingga kini ratusan makam Tionghoa seluas 5.000 meter persegi itu belum dipindahkan.
Pekan depan, sejumlah komunitas Tionghoa, seperti Perkumpulan Masyarakat Solo (PMS) bakal diundang untuk sosialisasi mengenai rencana itu. Mereka diharapkan menyampaikan informasi kepada ahli waris terkait pemindahan makam di Bong Mojo.
Baca Juga: Heboh Kabar Pelemparan Batu di Flyover Manahan Solo
Rencana pembangunan RSUD di lahan pemakaman Bong Mojo, Kampung Mipitan, Jebres, Solo, lansung menuai beragam respons warganet. Komentar netizen disampaikan lewat akun Instagram @iks_infokaresidenansolo, Senin 1 April 2019, yang membagikan berita pembangunan RSUD Solo dari Solopos. Netizen berasumsi RS itu bakal sepi karena sarat dengan kesan mistis.
"Calon rumah sakit horor, wkwkwk," tulis @supersulis.
"Auto-sepi rumah sakitnya. Atuto-bau-bau mistis. Bangkrut iya tuh RS," sambung @kikik_wapeout33.
"Setelah dibangun, cocok untuk acara Dunia Lain, Dua Dunia, Mr. Tukul Jalan-Jalan," cuit @sastrosaestu.
"Apa enggak ada lahan lain? RS aja udah horor. Apalagi bekas tanah kuburan, auto-makin horor," tambah @nanna.san menanggapi.
"Ngeri juga ya kalau opname di RS bekas kuburan," lanjut @ayahna_abdan.
Sementara beberapa netizen lain merasa prihatin dengan rencana penggusuran makam tersebut. Mereka mempertanyakan apakah tidak ada lahan lain untuk membangun RS selain di bekas pemakaman Bong Mojo tersebut.
Baca Juga: Heboh Bocah 'Disunat Jin' di Solo, Begini Penjelasan Dokter
"Sudah bersemayam damai, diusik. Kenapa mesti makam digusur," tulis @nn.liia menyayangkan.
"Enggak ada lahan lain ya. Sudah meninggal saja masih digusur-gusur," tutur @ariefsambudi.
"Orang meninggal aja masih belum tenang. Digusur untuk proyek," ucap @marsono_378.
(Fiddy Anggriawan )