Indo Barometer: Golput Akan Rugikan Jokowi-Ma'ruf

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 16:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 02 605 2038308 indo-barometer-golput-akan-rugikan-jokowi-ma-ruf-WwHIPWK6YE.jpg Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli menyatakan, bila pemilih memutuskan golongan putih (golput) atau tidak mencoblos dapat mengancam kemenangan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Kalau golput itu yang dirugikan Jokowi, karena pemilih Jokowi ini kunci untuk bisa membatalkan kemenangan beliau adalah golput itu sendiri," ujar Rusli di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).

(Baca Juga: Ma'ruf Amin Kampanye di Lombok Timur Disambut Puluhan Ribu Pendukung

Ia menjelaskan, mengapa golput dapat mengancam Jokowi-Ma’ruf lantaran pendukung kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno justru tidak begitu dirugikan dengan angka golput yang tinggi. Sebab, pemilih paslon nomor urut 02 ini cenderung lebih solid ketimbang paslon 01.

Berbanding terbalik dengan kubu Jokowi-Ma'ruf, banyak dari mereka yang cenderung masih bingung dan belum solid dalam memutuskan pilihan.

"Karena kalau dilihat dari pengalaman dan sebagainya dengan catatan track record koalisi Prabowo Gerindra-PKS itu lebih solid. Terbukti di Jabar dan di Jateng. Pilkada kemarin," ujarnya.

 Prabowo-Sandi

Menurut Rusli, adapun sejumlah alasan yang membuat pemilih menjadi golput, yakni masih bingung dengan kedua paslon presiden dan calon wakil presiden. Hingga pemilih malas untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

(Baca Juga: Ketika Warga Bersorak saat Jokowi Sebut Tol Palembang-Bakauheni Segera Tersambung

Ditambah pemilih yang harus bekerja di luar kota, dan pemilih kecewa dengan kedua paslon. Untuk menekan angka golput, ia pun menyarankan agar Tim Kampanye Nasional harus bekerja keras.

"TKN (Tim Kampanye Nasional) harus menekan angka golput tersebut, jadi harus kerja keras di sisa waktu yang ada ini," tutur Rusli.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini