Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Fahri Hamzah Sebut Lembaga Survei Dibayar Bukan untuk Cari Fakta

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Kamis, 04 April 2019 |12:36 WIB
Fahri Hamzah Sebut Lembaga Survei Dibayar Bukan untuk Cari Fakta
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Lembagai survei kian gencar untuk mengukur elektabilitas tiap pasangan calon presiden dan wakil presiden menjelang hari pencoblosan pada 17 April 2019. Namun, bagi Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, lembaga survei bukan lagi mencari fakta.

"Ya, memang tugas mereka framing, bukan mencari fakta," katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

(Baca Juga: Jokowi Disambut Ribuan Warga saat Kampanye Terbuka di GOR Satria Purwokerto

Menurutnya, lembaga-lembaga survei sengaja menaikkan elektabilitas salah satu calon tanpa didukung dengan fakta. Makanya, ia berani menuding lembaga-lembaga survei memang dibayar untuk membuat framing.

"(Mereka) dibayar untuk framing bukan untuk mencari fakta. kalau orang survei untuk memcari tahu apa yang terjadi di masyarakat, itu dia enggak diumumkan karena itu adalah untuk kepentingan pengambilan keputusan objektif klien," ujarnya.

"Bahkan, kemudian ada kecenderungan menggunakan hasil survei itu untuk meng-attack kelompok lain. seperti yang saya dengar pemilih FPI telah beralih kepada Jokowi. Kan lucu, ya memang dibayarnya untuk framing," tambahnya.

Fahri Hamzah

(Baca Juga: TKN Sebut Kasus Pengeroyokan Warga di Purworejo seperti Orde Baru

Fahri mengusulkan agar lembaga penyelenggara survei harusnya ada etika dan hukumnya. "Survei atau konsultan. Kalau dia konsultan ya sudah dia akan membuat frame. Jadi, kalau ada pemilih sedikit, FPI pilih Jokowi, wah ini peristiwa besar kemudian dibuat seolah-olah orang sudah migrasi ke Pak Jokowi dan sebagainya. Kemudian, mem-frame pemilihnya Pak Prabowo ini radikal. Itu semua framing," ujarnya.

Menurutnya, itu ada pelanggaran hukumnya karena mau memanipulasi data dan juga kental persoalan etikanya. Lagi-lagi, karena mereka dibayar untuk melakukan itu tetapi tidak transparan.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement