JAKARTA - Angka Golput pada generasi milenial diprediksi tinggi di Pilpres 2019. Alasannya, mereka masih saja acuh tak acuh dalam menyongsong jalannya pesta demokrasi lima tahunan bangsa Indonesia.
"Potensi golput di kalangan milenial cukup tinggi, yakni di atas 40 persen," kata Ceo Jeune dan Raccord Communication, Monica dalam rilis hasil survei 'Politik Kalangan Milenial: Potensi Golput dan Gerakan Ayo Memilih' di Kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (4/3/2019).
Baca juga: Fahri Hamzah Sebut Lembaga Survei Dibayar Bukan untuk Cari Fakta
Monica memaparkan, berdasarkan hasil survei Jeune dan Raccord Communication, keinginan milenial merasa tidak perlu datang ke tempat pemungutan suara (TPS) cukup tinggi. Terlihat dari generasi milenial yang mengikuti isu politik dan yang tidak peduli.
Dari survey tersebut, sebanyak 51,8 persen dari 65,4 persen generasi milenial yang tidak peduli terhadap isu politik merasa tak perlu datang ke TPS. Sementara itu, sisanya sebanyak 30,8 persen dari 32,5 persen generasi milenial yang mengikuti isu politik merasa tak perlu datang ke TPS.
Baca juga: Jokowi Disambut Ribuan Warga saat Kampanye Terbuka di GOR Satria Purwokerto
Monica mengatakan, angka golput ini memang terus meningkat dalam tiga periode pemilu. Pada Pemilu 2004, angka golput mencapai 23,30 persen. Kemudian, pada Pemilu 2009 angka golput sebesar 27, 45 persen dan 30,42 persen pada Pemilu 2014.
"Sejak 2004 hingga 2014, tingkat golput terus meningkat," ucap dia.
(Fakhri Rezy)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.