Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Akan Golongkan Garda Revolusi Iran Sebagai Kelompok Teroris dalam Waktu Dekat

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 06 April 2019 |15:53 WIB
AS Akan Golongkan Garda Revolusi Iran Sebagai Kelompok Teroris dalam Waktu Dekat
Garda Revolusi Iran. (Foto: Reuters)
A
A
A

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengategorikan pasukan militer elit Iran, Garda Revolusi sebagai sebuah organisasi teroris asing. Hal itu diungkapkan tiga sumber pejabat AS dan akan menjadi kali pertama Washington melabeli militer negara lain sebagai kelompok teroris.

Diwartakan Reuters, Sabtu (6/4/2019), keputusan yang telah lama diisukan itu diperkirakan akan diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS paling cepat pada Senin pekan depan. Para kritik memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat mendorong negara-negara yang tidak bersahabat dengan AS untuk melakukan hal yang sama terhadap militer Negeri Paman Sam.

BACA JUGA: AS Pertimbangkan Masukkan Garda Revolusi Iran dalam Daftar Teroris

Sejauh ini Pentagon menolak memberikan komentarnya mengenai masalah ini dan merujuk pertanyaan mengenai isu tersebut kepada Departemen Luar Negeri. Namun, Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih menolak berkomentar.

Jika informasi tersebut benar, maka pengumuman itu akan disampaikan hampir satu tahun setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 dengan Teheran dan untuk menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.

BACA JUGA: Nah Lho! Jika Garda Revolusi Dianggap Teroris, Iran Akan Samakan Pasukan AS dengan ISIS

Teheran telah memperingatkan akan memberikan tanggapan yang "menghancurkan" jika AS tetap pada keputusannya.

Komandan Garda Revolusi Iran, Mohammad Ali Jafari pada 2017 memperingatkan bahwa jika Trump melanjutkan langkah tersebut "maka Garda Revolusi akan menganggap tentara AS layaknya militan ISIS di seluruh dunia."

Ancaman semacam itu sangat berbahaya bagi pasukan AS terutama di tempat-tempat seperti Irak, di mana terdapat milisi Syiah yang bersekutu dengan Iran di dekat pasukan AS.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement