nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

843 Orang Tewas Akibat Topan Idai Terjang Mozambik, Zimbabwe dan Malawi

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Minggu 07 April 2019 11:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 07 18 2040137 843-orang-tewas-akibat-topan-idai-terjang-mozambik-zimbabwe-dan-malawi-0P7VdvaEUD.jpg Foto udara dampak Topan Idai terjang Mozambik. Foto/Reuters

BEIRA – Sedikitnya 843 orang dilaporkan tewas akibat topan Idai terjang wilayah Mozambik, Zimbabwe, dan Malawi.

Data yang dikeluarkan oleh pemerintah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Topan Idai terjadi pada malam 14 Maret dekat kota pelabuhan Beira, Mozambik, membawa angin kencang dan hujan.

Air di dua sungai besar, Buzi dan Pungue, melimpah, membanjiri seluruh desa dan menyebabkan jasad-jasad mengapung di air.

Khusus di Mozambik, tercatat 598 orang meninggal, 1.641 luka-luka, 112.076 rumah rusak atau hancur, 715.378 hektare tanaman rusak. Selain itu 1,85 juta orang terkena dampak bencana dan ditemukan 1.428 kasus kolera, dengan lima orang meninggal akibat kolera.

Di Malawi, sebelum datang, Topan Idai membawa hujan deras dan membanjiri distrik-ditrik Chikwawa dan Nsanje. Hujan terus turun setelah badai itu melanda dan puluhan ribu orang terkena dampaknya.

Foto/Reuters 

Dilaporkan, 60 orang meninggal, 672 luka-luka dan 19.328 kepala keluarga mengungsi.

PBB meminta para donor pada Jumat untuk menyediakan bantuan tambahan senilai 60 juta dolar AS (sekitar Rp847,7 miliar) guna membantu Zimbabwe agar pulih setelah kawasan-kawasan di bagian timurnya dilanda topan bulan lalu.

Badai itu membanjiri kawasan lahan yang luas hingga menimbulkan krisis kemanusiaan akibat kemarau yang sebelumnya terjadi. Topan menewaskan sedikitnya 268 orang di negara Afrika bagian selatan itu dan ratusan lagi di negara-negara tetangganya, Mozambik dan Malawi.

"Seruan bantuan kemanusiaan yang sudah direvisi bertujuan menanggapi kebutuhan kemanusiaan rakyat di Zimbabwe yang meningkat akibat kemarau hingga memengaruhi situasi ekonomi dan ditambah lagi dengan bencana Topan Idai yang baru terjadi," kata Bishow Parajuli, koordinator PBB di Harare.

Permintaan tersebut menaikkan bantuan bagi Zimbabwe saat ini menjadi 294 juta dolar.

Rakyat Zimbabwe juga menghadapi krisis ekonomi - harga-harga bahan pokok seperti gula, minyak goreng dan beras telah meningkat sebanyak 60 persen sejak Februari. Keadaan itu memicu kemarahan terhadap pemerintahan Presiden Emmerson Mnangagwa.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini