Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dari Batas Negara, Kementan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Asal NTT

Risna Nur Rahayu , Jurnalis-Kamis, 11 April 2019 |20:27 WIB
Dari Batas Negara, Kementan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Asal NTT
Foto: Humas Kementan
A
A
A

BELU - Sesuai amanat nawacita agar meningkatkan pembangunan di wilayah perbatasan, saat ini sudah ada 3 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang dibangun di propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada era pemerintahaan Presiden Jokowi. Berdasarkan catatan IQFast Karantina Kupang, selama periode Januari-Maret 2019 sudah terjadi 417 kali sertifikat karantina untuk ekspor komoditas pertanian dari PLBN Wini, PLBN Motaain dan PLBN Motamasin.

"Komoditas pertanian yang banyak dikirim ke Timor Leste adalah sayuran segar dan buah sebanyak 208 kali sertifikat melalui PLBN Wini, kemudian kedelai, kacang hijau dan kacang tanah, bawang merah serta jati furnitur yang banyak keluar melalui PLBN Mota'ain 3 bulan terakhir sudah ada 169 sertifikat," ujar Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil saat melakukan pelepasaan ekspor 6 komoditas pertanian di PLBN Mota'ain, Kabupaten Belu, NTT bersama Sekda Belu, Petru Bere melepas, Kamis (11/4/2019).

Enam komoditas yang diekspor meliputi 58 meter kubik mebel jati senilai Rp580 juta, kedelai sebanyak 17,5 ton, kacang tanah 5 ton, kacang hijau 0,75 ton, dan lada/merica 40 kg senilai Rp199,5 juta, serta 5.454 ekor DOC senilai Rp45 juta. Komoditas tersebut merupakan milik 6 eksportir asal Kupang maupun Atambua.

Lebih lanjut Ali Jamil menjelaskan bahwa kondisi geografis yang berada dalam satu pulau membuat kebutuhan masyarakat Timor Leste banyak diperoleh dari wilayah Indonesia. Produk pertanian yang langsung diekspor meliputi bawang merah, bawang putih, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, pakan ternak, DOC dan produk olahan kayu berupa mebel. Ekspor dari komoditas pertanian asli NTT sendiri menambah devisa bagi negara. Karantina Kupang mencatat ekspor bawang merah tahun 2016 sejumlah 24,4 ton atau setara dengan Rp489 juta. Tahun 2017 sebanyak 54,9 ton dengan nilai Rp1,09 miliar dan tahun 2018 berjumlah 62,2 ton senilai Rp1,2 miliar. Ekspor produk kacang tanah pada tahun 2016, 2017, 2018 berturut-turut sebanyak 4,8 ton, 29 ton dan 52 ton. Jika dilihat dari data yang ada, terjadi peningkatan permintaan dari negara Timor Leste terhadap dua komoditas pertanian tersebut dari tahun ke tahun.

"NTT adalah wilayah dengan banyak produk pertanian yang berpotensi ekspor. Kita harus siapkan langkah konkrit untuk mendorong ekspor produk guna menberi nilai tambah bagi petani sekaligus meningkatkan pendapatan daerah," jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement