nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Wanita Cantik yang Sempat Diamankan saat OTT Bowo Sidik

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 15 April 2019 12:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 15 337 2043663 kpk-periksa-wanita-cantik-yang-sempat-diamankan-saat-ott-bowo-sidik-hTN7h3clfE.jpg Siesa Darubinta (Foto: Arie Dwi/Okezone)

JAKARTA - Siesa Darubinta, seorang wanita cantik yang sempat diamankan saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap mantan Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso, diperiksa oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini.

Pemeriksaan terhadap Siesa merupakan penjadwalan ulang dari panggilan sebelumnya. Siesa mangkir alias tidak hadir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret Bowo Sidik, pada Jumat 12 April 2019.

"(Pemeriksaan Siesa Darubinta) penjadwalan ulang dari jumat kemarin," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

 Baca juga: KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid soal Nyanyian "Serangan Fajar" Bowo Sidik

Siesa telah hadir memenuhi panggilan pemeriksaan sejak pagi tadi. Siesa tampak mengenakan kacamata coklat dengan baju garis-garis hitam putih saat hadir di Gedung Merah Putih KPK.

Diketahui sebelumnya, Siesa sempat diamankan di sebuah Apartemen, daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan, pada Rabu 27 Maret 2019 sekira pukul 20.00 WIB. Siesa pun sempat dibawa ke kantor KPK untuk diperiksa sebagai saksi sebelum pada akhirnya dilepas kembali pada Kamis, 28 Maret 2019, malam.

 Baca juga: KPK Periksa Staf Keuangan PT Humpuss soal Suap Jasa Angkut Pupuk

Saat itu, tim KPK sedang mencari keberadaan Bowo yang diduga sedang berada di Apartemen tersebut. Namun, Bowo melarikan diri saat mengetahui adanya keberadaan tim KPK di Apartemen tersebut.

Alhasil, tim mengamankan Bowo Sidik di kediamannya di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, sekira pada Kamis, 28 Maret 2019, dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Bowo langsung dibawa ke kantor KPK dan dilanjutkan dengan pemeriksaan intensif

Terkait dengan peran Siesa dalam perkara ini, Febri mengatakan bahwa dia saat OTT diamankan dalam kapasitasnya saksi. Siesa diamankan oleh tim KPK karena sebelumnya Bowo disinyalir sempat mampir ke Apartemen wanita cantik tersebut.

 Baca juga: KPK Bakal Telusuri Sumber 'Serangan Fajar' Rp8 Miliar Bowo Sidik Pangarso

"(Siesa diamankan) karena dibutuhkan keterangannya terkait keberadaan BSP‎. Karena diduga BSP sebelumnya ada disana (apartemen Siesa)," ungkapnya.

KPK sendiri telah menetapkan Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka. Mantan Politikus Golkar tersebut ditetapkan tersangka penerima suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Selain Bowo Sidik, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung yang diduga juga sebagai pihak penerima suap. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti, yang diduga sebagai pihak pemberi suap.

 Baca juga: Golkar Tegaskan Tak Instruksikan Kader Lakukan Serangan Fajar

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Bowo disinyalir menerima suap karena telah membantu PT Humpuss agar kapal-kapal milik PT Humpuss digunakan kembali oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) untuk m‎engangkut pendistribusian pupuk. Sebab, kerjasama antara PT HTK dan PT PILOG telah berhenti.

Bowo Sidik diduga‎ bukan hanya menerima suap dari PT Humpuss, tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

KPK sendiri telah menyita uang sebesar Rp8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks. 82 kardus serta dua boks tersebut berisi uang pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu dengan total Rp8 miliar yang sudah dimasukkan kedalam amplop berwarna putih.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini