nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Prancis Berharap Perbaikan Katedral Notre-Dame Selesai dalam Lima Tahun

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 15:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 17 18 2044722 presiden-prancis-berharap-perbaikan-katedral-notre-dame-selesai-dalam-lima-tahun-pnFsXPStMV.jpg Foto: Reuters.

PARIS – Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada Selasa berjanji untuk membangun kembali Katedral Notre Dame yang rusak akibat kebakaran pada Senin. Macron berharap pekerjaan perbaikan itu dapat diselesaikan dalam waktu lima tahun dan rakyat Prancis dapat bersatu memperbaiki simbol nasionalnya tersebut.

"Kami akan membangun kembali Notre-Dame bahkan lebih indah lagi dan saya ingin itu selesai dalam lima tahun, kami bisa melakukannya," kata Macron dalam pidato yang disiarkan di televisi sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (17/4/2019).

“Tergantung pada kita untuk mengubah bencana ini menjadi kesempatan untuk bersatu, setelah merenungkan secara mendalam tentang apa yang telah kita lakukan dan apa yang seharusnya kita lakukan dan menjadi lebih baik dari kita saat ini. Tergantung pada kita untuk menemukan benang dari proyek nasional kita.”

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, menara katedral ikonik itu hancur dan atapnya musnah, tetapi menara lonceng masih berdiri dan banyak karya seni berharga di dalam katedral berhasil diselamatkan. Setelah lebih dari 400 petugas pemadam kebakaran bekerja keras untuk menjinakkan api, akhir kebakaran itu berhasil dipadamkan setelah 14 jam.

Beberapa jam setelah kebakaran tersebut, banyak miliarder, perusahaan dan pihak berwenang lokal yang menawarkan sumbangan untuk membangun kembali Katedral Notre Dame. Sekira 24 jam setelah kebakaran terjadi, lebih dari 750 juta euro (sekira Rp11,8 triliun) telah dijanjikan untuk perbaikan katedral, termasuk 500 juta euro dari tiga keluarga miliarder yang memiliki kerajaan barang mewah raksasa Prancis: Kering, LVMH dan L'Oreal.

Jaksa penuntut umum Paris, Remy Heitz, mengatakan tidak ada indikasi yang jelas bahwa kebakaran itu adalah insiden yang disengaja. Pejabat terkait mengatakan telah ada 50 orang yang sedang mengerjakan investigasi yang panjang dan kompleks terkait kebakaran tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini