Klaim Menang 62%, Prabowo Kembali Sujud Syukur seperti Pemilu 2014

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 21:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 17 605 2044911 klaim-menang-62-prabowo-kembali-sujud-syukur-seperti-pemilu-2014-Mr9lAoT09p.jpg Prabowo Subianto klaim kemenangan di Rumah Kertanegara, Jakarta, Rabu (17/4/2019) malam. (Foto : Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Prabowo Subianto mengklaim bahwa dirinya telah terpilih sebagai Presiden Indonesia hasil Pemilu 2019. Hal itu berdasarkan real count yang dilakukan pihak internalnya dengan hasil perolehan suara sebanyak 62%.

Setelah mengumumkan melalui pidatonya, berdasarkan pantauan, Prabowo beserta elite dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) melakukan sujud syukur atas kemenangan di survei internalnya tersebut.

"Takbir, takbir, takbir. Merdeka, merdeka, merdeka," pekik Prabowo yang disusul dengan sujud syukur di Rumah Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Prabowo sujud syukur. (Foto : Harits Tryan Akhmad/Okezone)

Sujud syukur ini mengingatkan kejadian pada Pemilu 2014 lalu. Pasalnya, ketika itu Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa juga melakukan sujud syukur setelah merasa menang di penghitungan cepat atau quick count.

Namun, pada hasil penghitungan KPU pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla dinyatakan sebagai presiden dan wakil presiden kala itu.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan, jika dirinya bersama Sandiaga Uno menang dalam perhitungan suara usai Pemilihan Presiden 2019.

“Saya ingin memberi tahu suatu update bahwa berdasarkan real count kita sudah berada di posisi 62%,” tutur Prabowo.

Prabowo Subianto Meminta kepada Pendukungnya untuk Tetap Tenang

Lebih dalam, hasil tersebut lantaran pihaknya melihat hasil dari 320.000 ribu tempat pemungutan suara yang ada di Indonesia.

“Berarti sekitar 40 persen bangsa dan diyakini oleh ahli statistik bahwa ini tidak berubah banyak,” katanya.


Baca Juga : Tanpa Didampingi Sandiaga, Prabowo Klaim Menang 62% di Pilpres 2019

Selain itu, Prabowo mengingatkan kepada pendukungnya agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Hal ini dikarenakan berdasarkan penghitungan internal pihaknya sudah unggul dari Jokowi-Ma’ruf.

“Kita ingin semuanya untuk menjaga kedamaian dan jangan terpancing provokasi,” tuturnya.


Baca Juga : Bawaslu: KPU Abai terhadap Persoalan Teknis Pemilu

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini