KEDIRI - Seorang remaja putri penderita gangguan jiwa di Kabupaten Kediri, Jawa Timur memakan jari tangannya sendiri hingga putus. Gadis malang ini sempat dipasung karena kerap mengamuk dan mengganggu warga sekitar. Kini ia hanya hidup bersama neneknya, sementara keberadaan orang tuanya tidak diketahui.
Wiji Fitriani harus kehilangan jari jemari tangannya karena perilakunya sendiri, hingga masyarakat menyematkan julukan kanibal untuk dirinya. Perbuatan memakan bagian tangan ini dilakukan Wiji karena diluar kesedarannya.
Remaja putri ini divonis menderita gangguan jiwa, Wiji tinggal bersama neneknya yang bernama Jirah di sebuah rumah kecil di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Saat kecil Wiji dalam keadaan normal, tetapi kisah pilunya dialami setelah kedua orang tuanya bercerai dan meninggalkan mereka, kondisi kejiwaannya berubah drastic.
“Sejak usia 19 tahun Wiji sering mengamuk dan membahayakan warga sekitar, hingga pihak keluarga mengurungnya di sebuah kamar berpintu besi,” kata tetangga Wiji, Siti kepada wartawan, Sabtu (20/4/2019).

Saat ini, sambung Siti, Wiji yang berusia 21 tahun memiliki kebiasaan yang aneh, yakni memakan jemari tangannya sendiri. Meski mengaku sakit dan berteriak kerap kali tangannya mengeluarkan darah, namun Wiji mengaku hal tersebut dilatar belakangi oleh bisikan bisikan / atau halusinasi.