nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fosil "Singa Raksasa" Ditemukan di Laci Museum Kenya

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 22 April 2019 03:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 22 18 2046239 fosil-singa-raksasa-ditemukan-di-laci-museum-kenya-hPVR0SuXt0.jpg Singa raksasa di museum Kenya. (Foto: AFP)

SPESIES baru mamalia raksasa berhasil diidentifikasi setelah peneliti menyelidiki tulang-belulang yang disimpan selama beberapa dekade di laci museum Kenya.

Spesies yang dijuluki "Simbakubwa kutokaafrika" atau "singa besar Afrika" di Swahili itu diperkirakan berkeliaran di Benua Afrika di wilayah timur sekira 20 juta tahun silam.

Namun demikian, makhluk berukuran besar ini merupakan bagian dari kelompok mamalia yang sudah punah yang disebut hyaenodonts.

Penemuan ini dapat membantu menjelaskan apa yang terjadi pada kelompok mamalia tersebut.

Hyaenodonts –disebut demikian karena giginya mirip dengan hyena modern– adalah karnivora dominan lebih dari 20 juta tahun yang lalu. Demikian laporan National Geographic. Tetapi, mereka tidak terkait sama-sekali dengan hyena.

Fosil singa raksasa di museum Kenya. (Foto: MATTHEW BORTHS/NANCY STEVENS)

"Melihat ukuran giginya yang besar, Simbakubwa adalah hypercarnivore spesial yang secara signifikan lebih besar dari singa modern dan mungkin lebih besar dari beruang kutub," kata peneliti Matthew Borths, seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Pada 2013, dia melakukan penelitian di Musium Nasional Nairobi ketika meminta untuk melihat isi koleksi berlabel "hyena", lapor National Geographic.

Rahang, tulang-belulang, serta gigi makhluk itu disimpan di museum tersebut setelah ditemukan di sebuah penggalian di Kenya bagian barat pada akhir 1970-an.

Borths bekerja sama dengan peneliti lain, Nancy Stevens. Lalu pada 2017, mereka mulai menganalisis spesimen fosil yang tidak biasa tersebut.

Temuan mereka dilaporkan dalam Jurnal Vertebrate Paleontology pekan ini.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini