Kagama Harap Elite Politik Tak Keluarkan Pernyataan Provokatif dan Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 22 April 2019 15:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 22 605 2046490 kagama-harap-elite-politik-tak-keluarkan-pernyataan-provokatif-dan-ajak-masyarakat-jaga-kedamaian-0d8S27CIop.jpg Ilustrasi

JAKARTA – Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) mengeluarkan pernyataan menyikapi dinamika yang terjadi pasca-pemungutan suara.

Berdasarkan keterangan yang diterima Okezone, Kagama mengeluarkan 8 pernyataan sikap dan seruan atas Pilpres 2019. Mulai dari imbauan untuk mengawal pemilu, harapan kepada para elite politik untuk tak keluarkan pernyataan provokatif, hingga mengajak seluruh rakyat Indonesia tetap menjaga kedamaian, kerukunan, dan silaturahmi.

Ketua Umum Kagama, Ganjar Pranowo mengatakan, pemilu sebagai instrumen kedaulatan rakyat harus senantiasa dijaga dan dikawal agar bisa berlangsung secara damai, bermartabau, jujur, dan adil. "Karena itu, Kagama mengajak setiap elemen bangsa untuk mengawal seluruh tahapan pemilu agar berjalan damai dan sesuai prinsip demokrasi," kata Ganjar dalam keterangan pernyataan sikap Kagama, seperti yang diterima Okezone, Senin (22/4/2019).

Di sisi lain, Kagama menyatakan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah aktif dalam tahapan pemilu dan selalu menjaga ketenteraman dan kedamaian.

Kagama juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara Pemilu 2019, mulai dari KPU, Bawaslu, dam DKPP yang telah bekerja keras menyelenggarakan Pemilu Serentak 2019, yang merupakan terbesar di dunia.

"Kagama juga memberikan apresiasi kepada TNI/Polri yang telah menjaga keamanan selama penyelenggaraan Pemilu. Kagama turut berduka cita atas gugurnya petugas penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugas. Mereka adalah pahlawan demokrasi," tuturnya.

Pernyataan sikap Kagama. (Ist)

Kagama juga mendukung penyelenggara Pemilu dalam menjalankan tugasnya secara mandiri dan profesional. Kata Ganjar, pihaknya pun mengecam keras setiap upaya untuk mendelegitimasi KPU dan Pemilu.

"Kagama menyerukan para kontestan dan pendukungnya untuk menunggu hasil rekapitulasi suara yang ditetapkan KPU, sebagai lembaga yang legitimate. Jika ada ketidakpuasan terhadap pemilu bisa disalurkan melalui cara konstitusional," kata Ganjar yang juga politikus PDIP.

ilustrasi

Pihaknya pun mengimbau para elite politik untuk tidak mengeluarkan pernyataan provokatif yang dapat memunculkan ketegangan dan polarisasi di akar rumput. "Kagama mengingatkan para pemimpin harus menjadi contoh dan teladan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ucapnya.

"Kagama berharap sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, yang 30 tahun terakhir sudah berprestasi menyelenggarakan pemilu secara damai, harus semakin dewasa dalam berpolitik dan berdemokrasi," ujarnya.


Baca Juga : Usai Teleponan, Luhut: Kepedulian Prabowo untuk Indonesia Tak Bisa Dipungkiri

Untuk itu, kata Ganjar, pihaknya menyerukan elemen bangsa untuk menyelesaikan perbedaan secara damai dan konstitusional.

"Terakhir, Kagama mengajak seluruh rakyat tetap menjaga kedamaian, kerukunan, dan tali persaudaraan antar sesama anak bangsa. Tidak terpancing provokasi yang bisa memecah belah bangsa," katanya.


Baca Juga : Luhut Ingin Legacy Prabowo sebagai Seorang Pemimpin

Ia pun meminta seluruh anggota Kagama untuk menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini