Sekertaris TKN capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf itu menyarankan kubu Prabowo agar membuka data secara lengkap dari level kecamatan hingga nasional. Ia menyayangkan bila data yang digunakan kubu Prabowo hanya parsial saja.
Sebaliknya, menurut Hasto, PDIP sangat terbuka dan transparan dalam menjelaskan hasil pemilu dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
"Kami tantang BPN, partai pendukung kubu 02, dan juga Prabowo sendiri untuk membuka diri dan data hitungan milik mereka yang terintegrasi di tingkat provinsi dan juga kota. PDIP siap transparansi dan percaya bahwa akuntabilitas suara rakyat harus dihormati dan tidak boleh diklaim pihak mana pun tanpa didukung data," ujarnya.
Ia berharap masyarakat menghargai perhitungan suara yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu. Ia mengimbau masyarakat tidak mudah termakan hoaks yang menjurus pada upaya mendelegitimasi pemilu.
"Kami mendukung KPU sebagai penyelenggara. Bila ada kesalahan kode etik ada DKPP, dan ada Bawaslu. Kalau enggak puas, ada kecurangan, sesuai hukum maka laporkan," ucapnya.