Said melanjutkan, negara harus bisa menciptakan pembangunan manusia yang berbasis nilai-nilai moderatisme. Pemerintah harus memastikan tidak adanya kemunculan anti-moderatisme dan menyimpang dari nilai-nilai ajaran Islam Ahlus-Sunnah wal Jama'ah.
"Bukan sejarah pembangunan peradaban umat manusia serta mengandung unsur yang cenderung mengaburkan sejarah dan bahkan mendiskreditkan Nahdlatul Ulama," ujarnya.
Menurut dia, perekonomian ke depan harus lebih mengedankan terhadap pemerataan. Oleh sebab itu, langkah-langkah strategis untuk menurunkan angka kemiskinan harus dilakukan dengan kreatif dan inovatif.
Selain itu, gagasan untuk mempercepat ekonomi keumatan dan ekonomi Islam harus lebih diperhatikan. Kata dia, sebagai negara dengan panduduk muslim terbanyak, harus menjadi titik awal kemajuan ekonomi Islam.
Baca Juga: Menang Quick Count, Ma'ruf Amin Ucapkan Terima Kasih ke NU