nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahfud MD Ungkap Ada Upaya Ingin Jadikan Indonesia Negara Islam dan Ganti Pancasila

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 16:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 337 2047517 mahfud-md-ungkap-ada-upaya-ingin-jadikan-indonesia-negara-islam-dan-ganti-pancasila-V5f6uqZuBq.jpg Mahfud MD (Okezone)

BANDUNG – Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mohammad Mahfud MD mengungkapkan ada pihak yang ingin mengganti ideologi Pancasila ke khilafah. Namun, upaya itu tak pernah berhasil karena rakyat sudah memutuskan ideologi Pancasila tak bisa diganggu gugat.

Hal itu dinyatakan Mahfud MD saat mengisi kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/4/2019).

Menurut mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, Pancasila dalam perjalanan kerap diuji kebenarannya bahkan lewat pemberontakan seperti Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI TII).

"Dulu yang menolak itu DI TII dan Permesta. Tapi, Pancasila selalu menang dalam ujian, rakyat ingin negara tidak beralih ideologi. Kita hari ini sudah merumuskan bahwa Pancasila adalah dasar ideologi yang tepat dan cocok untuk Indonesia," kata Mahfud.

Pada 1998 dan 1999, saat rezim otoriter Orde Baru di bawah kendali Presiden Soeharto tumbang, upaya mengganti Pancasila dengan ideologi khilafah kembali menguat.

Saat itu usaha pihak tersebut dilakukan melalui jalur politik yakni dengan turut serta dalam pemilu yang diikuti oleh 48 partai politik.

"Tahun 98 Pak Harto (Suharto) jatuh dan ada usulan Pancasila diganti. Dari 48 partai yang ikut Pemilu tahun 1999, ada yang menghendaki Pancasila diganti hanya 13 persen, sisanya masih ingin Pancasila. Tapi dari 13 persen ada yang hanya menunggangi, sehingga yang ingin Indonesia menjadi negara Islam enggak sampai 9 persen," tutur dia.

Meski gagal saat itu, upayata mengganti ideologi Pancasila terus terjadi sampai sekarang.

Menurut Mahfud sekarang masih ada sebagian rakyat Indonesia yang ingin Indonesia jadi negara Islam dengan mengganti Pancasila ke sistem khilafah.

Pengikut HTI demo menuntut tegaknya khilafah di Indonesia (AFP)

Mahfud menilai hal itu wajar saja jika dilakukan melalui jalur konstitusional seperti ikut Pemilu. Yang tidak wajar jika menggunakan cara-cara radikal.

"Kalau mau (mengganti ideologi Pancasila) ya ikut Pemilu. Tidak usah pakai tindakan radikal, lewat pemberontak kalah, lewat jalur pemilu kalah, lalu mau dengan cara apalagi untuk menganti Pancasila?" ujar mantan Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.

(sal)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini