nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Pembunuh Caleg Golkar Sragen di Wonogiri Ternyata Calon Doktor

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 00:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 24 512 2047653 tersangka-pembunuh-caleg-golkar-sragen-di-wonogiri-ternyata-calon-doktor-19rzVehPgK.jpg Polres Wonogiri Gelar Kasus Pembunuhan Caleg DPRD Sragen dari Partai Golkar dengan Menghadirkan Tersangka Nurhayati Kustanti (foto: Rudi Hartono/Solopos)

WONOGIRI - Polres Wonogiri mengungkap kasus pembunuhan calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar Sugimin. Banyak fakta baru terungkap dalam rilis kasus yang menghadirkan tersangka, Nurhayati Kustanti (41), yang sebelumnya disebut dengan inisial N.

Dalam rilis yang digelar Rabu (24/4/2019) terungkap Nurhayati yang tinggal di Lingkungan Gunung Kukusan RT 002/RW 009, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri, itu merupakan seorang dosen aktif di Universitas Kahuripan Kediri.

 

Dia bergelar Magister Pertanian (S2) dan saat ini sedang menyelesaikan program doktoral (S3) Pertanian di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Solopos sempat mengecek laman https://forlap.ristekdikti.go.id di bagian pangkalan data pendidikan tinggi ada nama Nurhayati Kustanti dengan keterangan dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Kahuripan Kediri.

Baca Juga: Tabir Kematian Caleg Golkar Terkuak, Keluarga dan Kerabat Dirundung Kesedihan 

Dalam laman itu juga tertulis Nurhayati merupakan dosen tetap dan berstatus aktif. Di bagian kolom riwayat pendidikan, Nurhayati tercatat lulus S1 di perguruan tinggi ternama di Bogor pada 2002. Sedangkan pendidikan S2 ditempuh di UNS Solo dan lulus pada 2004.

Dalam gelar tersangka dan barang bukti yang dipimpin Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, di Aula Mapolres Wonogiri, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Nurhayati dihadirkan selaku tersangka beserta sejumlah barang bukti.

Namun, dari awal hingga akhir gelar tersangka yang dihadiri wartawan dari berbagai media elektronik, cetak, dan online nasional dan lokal itu, Nurhayati diam seribu bahasa. Dia mengenakan kerudung merah dan mengenakan masker saat gelar tersangka.

Kepalanya selalu tertunduk. Dia pun menyatakan tak ingin memberi pernyataan apa pun kepada media setelah wartawan meminta konfirmasinya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini