Evaluasi Pemilu Serentak, Pilpres Disarankan Digelar Lebih Dulu dari Pileg

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 07:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 25 605 2047763 evaluasi-pemilu-serentak-pilpres-disarankan-digelar-lebih-dulu-dari-pileg-CjLliI4Dio.jpg Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Banyak pihak menyarankan pemilihan umum legislatif dan presiden yang digelar serentak agar ditinjau kembali. Hal ini usai banyaknya anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia saat menjalankan ataupun usai bertugas.

Menanggapi fenomena ini, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Irma Suryani Chaniago sepakat dengan usulan peninjauan kembali pelaksaan pemilu serentak. Hal itu juga dikarenakan banyaknya permasalahan yang ada di lapangan.

(Baca juga: Prihatin Banyak Petugas KPPS Meninggal, Fahri Hamzah: Akibat Adanya Kesalahan Sistematis)

"Saya pribadi meminta jadwal pemilu ditinjau ulang, terlalu melelahkan, sebaiknya pilpres lebih dulu baru pileg," ucap Irma ketika berbincang dengan Okezone, Rabu 24 April 2019.

Irma Suryani Chaniago. (Foto: Muhammad Sabki/Okezone)

Ia melanjutkan, dipisahnya waktu antara pilpres dengan pileg agar pemilih bisa lebih berkonsentrasi dalam menentukan pilihan. Selain itu, kata Irma, juga agar anggota KPPS tidak terlalu lelah ketika melaksanakan tugas.

"Sehingga, konsentrasi pemilih juga tidak terpecah dan petugas tidak kelelahan," kata ketua DPP Partai Nasdem ini.

(Baca juga: TKN: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Akan Sejukkan Suasana)

Sebagaimana diketahui, sebanyak 144 panitia kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS‎) meninggal dunia. Sementara 883 lainnya mengalami sakit saat bertugas.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini