nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Sebut Peretas Situs KPU Kemungkinan Dicarikan Pekerjaan di Polri

Antara, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 08:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 26 340 2048217 keluarga-sebut-peretas-situs-kpu-kemungkinan-dicarikan-pekerjaan-di-polri-pPfXXAMnSz.jpg Ilustrasi peretasan. (Foto: Ist)

PAYAKUMBUH – Pihak keluarga dari peretas situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), MAA (19), menyebutkan bahwa anaknya mendapat tawaran pekerjaan dari Tim Cyber Mabes Polri.

"Saat ditangkap itu dia (MAA) diperlakukan dengan cukup baik. Bahkan, Bapak Ricky Boy Sialagan dari Cyber Crime Directorate (CID) Polri menyebutkan bahwa anak saya itu adalah aset yang harus dilindungi dan kemungkinan akan dicarikan pekerjaan di Polri atau di KPU," kata sang ibu Mira Melinda di Payakumbuh, Kamis 25 April 2019, sebagaimana dikutip dari Antaranews.

Ia menceritakan, kondisi terkini MAA tidak lagi ditahan, tapi sudah dibolehkan pulang ke rumah pamannya yang berada di Jakarta.

"Karena handphone yang dipakai disita, ia dibelikan handphone baru oleh pihak kepolisian di Jakarta, sehingga tetap bisa berkomunikasi dengan kami di sini," kata Mira.

(Baca juga: Polisi Gali Motif Pemuda di Payakumbuh Masuk Situs KPU secara Ilegal)

Dia melanjutkan, putra sulungnya itu sudah memiliki ketertarikan dengan dunia teknologi informasi (TI) sejak masih duduk di bangku sekolah dasar dan mempelajarinya secara autodidak.

"Sehari-hari dia memang hanya bergelut dengan laptop saja. Sampai sekarang banyak sertifikat yang sudah didapatkannya," ucap Mira.

Situs KPU sempat tidak bisa diakses pasca-pemilu. (Foto: Ist)

Di antara sertifkat yang sudah didapat adalah SQL Injection Chalenge Kominfo, sertifikat Avira Vulnerabilities, sertifikat Responsible Disclosure dari McAfee, dan sertifikat Bug Report Vulnerability Tokopedia.

(Baca juga: Isu Peretasan Situs Pasca-Pemilu, Pengamat: KPU Harus Berbenah)

Sementara paman MAA, Ramadhan Putra, mengatakan keponakannya itu bermaksud baik sebelum mencoba masuk ke situs resmi KPU pada 18 April 2019. MAA telah mengingatkan terlebih dahulu pihak KPU terkait situs KPU yang keamanannya lemah.

"Pada 18 April, dia hanya coba memeriksa apakah kelemahan itu sudah dibenahi, nyatanya dia masih bisa masuk, tapi hanya sampai di situ. Setelah masuk, ia kembali keluar tanpa melakukan perubahan apa-apa," ungkapnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini