Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal Pembangunan di Lokasi Bom Bali, Bupati Badung Sebut Ada Miscommunication

Agregasi Balipost.com , Jurnalis-Sabtu, 27 April 2019 |21:31 WIB
Soal Pembangunan di Lokasi Bom Bali, Bupati Badung Sebut Ada <i>Miscommunication</i>
Lokasi Bom Bali (Balipost)
A
A
A

BALI - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, angkat bicara menyikapi protes pemerintah Australia terkait dibangunnya restoran di lahan bekas Sari Club di Jalan Legian, Kuta. Pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini menegaskan terjadi miscommunication terkait rencana tersebut.

“Ada kesalahan persepsi, kami tegaskan Monumen Bom Bali atau yang dikenal dengan Ground Zero yang menjadi saksi sejarah, tetap harus dijaga dan dilestarikan,” ungkap Bupati Giri Prasta, melalui Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta.

 Baca juga: PM Australia Kesal akan Terbitnya IMB di Lokasi Bom Bali

Menurutnya, lahan bekas Sari Club yang telah terbit IMBnya pada 21 Desember 2018 untuk usaha restoran sudah sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang berlaku. Lahan bekas Sari Club yang telah terbit IMB tersebut merupakan lahan Sertifikat Hak Milik Pribadi, sehingga pemiliknya berhak memanfaatkannya untuk berbagai usaha.

“Sepanjang sesuai dengan Perda Kab. Badung No 26 Tahun 2013 tentang RTRW Kab Badung, kami tidak bisa melarang. Kalaupun ada pihak yang bermaksud membebaskan lahan bekas Sari Club untuk pembangunan lain, tentu sangat tergantung pada pemilik lahan tersebut. Apakah melepas atau tidak lahannya,” tegasnya.

 Baca juga: Hambali, Teroris Bom Bali Berharap Dibela Pemerintah Indonesia

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia, Scott Morisson mengungkapkan ketidaksetujuan soal pembangunan restoran di bekas Sari Club, salah satu lokasi meledaknya bom pada 12 Oktober 2002 yang menyebabkan banyak warga Australia meninggal. Ia mencuit di akun twitter resminya @ScottMorissonMP.

Morrison menyatakan keputusan pemerintah lokal untuk mengeluarkan izin pembangunan gedung hiburan lima lantai di lokasi tempat tewasnya 88 warga Australia karena dibunuh teroris adalah hal yang menyedihkan. Ia mengatakan Australia memberikan dukungan dan dana untuk membangun monumen di lokasi pengeboman itu dan Konsulat Jenderal Australia di Bali akan melakukan koordinasi terkait upaya itu.

 Baca juga: Peringatan Bom Bali ke-15, Momen Bagi Negara Berikan Dukungan Sebesar-besarnya Kepada Para Korban

Dalam cuitan selanjutnya, PM Australia juga mengutarakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan persoalan itu sehingga korban tewas dan kenangan keluarga yang ditinggalkan bisa tetap dihormati.

(Fakhri Rezy)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement