Bagi Fauziah Ayunanda, yang menginput data, hari-hari pertama proses ini dilalui di depan komputer hingga pukul 04:00 pagi.
Sekarang, kata Fauziah, sudah lumayan, pukul 23:00 sudah bisa beristirahat, paling lama pukul 02:00 pagi.
"Stresnya mata lelah, lelah banget, soalnya datanya banyak, tangan kanan juga (pegal)," katanya.
Berapa honor yang diterima? "Rp1 juta untuk enam hari," kata Saidah. Itu dipotong pajak.
Bagaimana proses situng di kabupaten kota?
Berkas-berkas yang masuk dari TPS-TPS akan diterima dengan sangat hati-hati karena berkas harus lengkap, cerita para petugas.
"Kan banyak yang tidak komplit, di kepala di C1-nya, berita acaranya juga banyak yang tak komplit, kita harus hati-hati banget, data yang paling akurat kan di data manual itu," jelas Saidah yang merangkap tugas sebagai penerima berkas.

Dela Adi Sucipto, Kepala Sub Bagian Teknis KPU Jakarta Pusat menjelaskan setelah berkas diterima dan diverifikasi, selanjutnya dipilah-pilah.
C1 yang akhirnya sudah diterima lalu dipindai. Tantangan dalam proses ini adalah padatnya lalu lintas scanning ke server KPU.
Jika cepat bisa dilakukan dalam hitungan tiga menit, tapi jika lambat bisa sampai 10 menit bahkan lebih lama untuk memindai. Setelah proses pindai, data C1 diinput ke server sebagai bahan hitung suara.
Dela mengatakan data yang dimasukan harus sama persis dengan C1. "(Yang) tertera di C1 apa adanya," tambahnya.
Sementara untuk menginput, modal utama input, kata Fauziah, adalah ketelitian agar tidak terjadi salah input.
Cek ulang satu-satu
"Misalnya 112, tangan kan suka capek ya, itu kan ribuan, jadi 122, kadang begitu," katanya.
"Kalau salah Fauziah Ananda, dipanggil, ini datanya beda, 'oh ya nanti dihapus'," kata Fauziah bercerita bagaimana para verifikator memeriksa hasil kerjanya. Data akan diinput ulang.
Kunci berikutnya ada di tangan verifikator, yang bertugas memverifikasi hasil entri dan scan C1.
"Kita harus cross-check satu-satu hasil entri, dan riil C1-nya. Harus sesuai," kata Radiansyah.
"Sebelum di-publish, kami-kami ini (verifikator) yang memeriksa, dari inputan dan hasil scan, kalau inputan dan hasil scan tidak sama, tidak akan kami publish," tambah Bayu Nugroho verifikator lain di Jakarta Pusat.
Setelah diterbitkan oleh verifikator, angka akan masuk ke website KPU RI, dan dimonitor oleh KPU provinsi.
Di KPU Pusat, data akan diverifikasi kembali, sebelum akhirnya bisa dilihat semua orang. Hasil situng ini tidak akan dijadikan sebagai angka penetapan pemenang pemilu.
Penetapan hanya berdasarkan rekapitulasi manual, sedangkan situng adalah data yang disajikan untuk publik untuk mendukung proses transparansi, sehingga jika ada kesalahan data bisa dikoreksi.
Pada tahap ini publik bisa berperan serta mengoreksi.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.