Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Veteran AS Berencana Meledakkan Bom sebagai Pembalasan Serangan Gereja di Selandia Baru

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Selasa, 30 April 2019 |12:21 WIB
Veteran AS Berencana Meledakkan Bom sebagai Pembalasan Serangan Gereja di Selandia Baru
Ilustrasi Foto/Reuters
A
A
A

LOS ANGELES - Warga negara Amerika Serikat (AS), veteran perang Afghanistan berencana meledakkan bom saat acara pawai nasionalis kulit putih di Los Angeles.

Pelaku berhasil ditangkap dalam operasi Biro Investigasi Federal atau FBI.

Mark Steven Domingo (26), personel infantri Angkatan Darat yang pernah berperang di Afghanistan, dibawa ke tahanan pada Jumat (19/4/2019).

Menurut dokumen pemeriksaan, Domingo bertemu dengan informan FBI di satu ruang pribadi pada Maret, dan memberitahu informan tersebut ia mau melakukan serangan terhadap Amerika sebagai pembalasan atas pembantaian 50 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Foto/Reuters

Informan itu memberi sesuatu yang dipercaya Domingo adalah bom.

"Kami seringkali ditanya apa yang membuat kami terjaga pada malam hari. Ini adalah kasus yang membuat kami tidak tidur pada malam hari," kata Ryan Young, agen khusus yang bertugas di Pasukan Tugas Anti-Terorisme Gabungan FBI.

BacaPria Bersenjata Serang Sinagog di AS: 1 Tewas dan 3 Terluka

BacaPresiden Trump Dilempar Ponsel Sebelum Berpidato

Domingo, yang telah membeli beberapa ratus paki palsu. Kaki itu digunakan untuk bom rakitan.

Ia juga telah menyatakan akan menyerang orang Yahudi, mengutip Reuters, Selasa (30/4/2019).

Ia dijadwalkan akan hadir dalam pemeriksaan pengadilan pertama di Pengadilan Distrik AS di Los Angeles pada Senin sore waktu setempat.

(Rachmat Fahzry)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement