“Untuk mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi konflik dibeberapa daerah yang mengalami konflik, kita kedepankan (pendekatan) Binter, dan ini berhasil menyadarkan masyarakat untuk saling menjaga perdamaian sekaligus menyerahkan senjata dan munisi kepada kita," ujarnya.
Seperti pada Selasa (30/4/2019), lanjut Fanny, di tiga tempat yang berbeda telah diserahkan secara sukarela oleh warga berbagai senjata dan amunisi dalam kondisi baik.

“Warga Desa Waimital secara sukarela menyerahkan 1 pucuk senjata api standar jenis SKS berikut 1 magasin dan 6 butir amunisi,’’ ucapnya.
“Sementara di Negeri Latu dan Hualoy telah diserahkan 1 pucuk senjata api standar jenis US Carabine dan 2 magasin, serta 15 pucuk senjata rakitan disertai 104 butir amunisi campuran,’’ tuturnya.