Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sistem Salah Beri Nilai Ujian, 25 Siswa di India Bunuh Diri

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Kamis, 02 Mei 2019 |18:33 WIB
Sistem Salah Beri Nilai Ujian, 25 Siswa di India Bunuh Diri
Keluarga siswa korban yang bunuh diri imbas salah input nilai mencetak foto kerabatnya di kaus. Foto/New Indian Express
A
A
A

TELANGANA - Dua puluh lima murid di India meninggal karena bunuh diri dalam satu minggu setelah mereka gagal ujian di India akibat sistem dinas pendidikan salah memberi nilai ujian.

Salah satu siswa yang meninggal adalah G Nagendra, seorang siswa dari Narayana College. Nagendra gantung diri di rumahnya di Kushaiguda setelah dia gagal dalam Matematika, Indian Express melaporkan.

Ayahnya, G Vivekananda mengatakan bahwa anaknya merupakan murid yang pintar berdasarkan keseharian di sekolah.

“Kami tidak percaya bahwa ia gagal dalam matematika, mata pelajaran favoritnya. Dia menolak untuk makan. Tapi kami tidak pernah berpikir dia akan bunuh diri,” katanya. 

Sedangkan V Vennela dari Nizamabad, yang gagal dalam dua mata pelajaran, mengonsumsi pestisida pada malam hari dan meninggal keesokan paginya, menurut Press Trust dari kantor berita India.

BacaRencanakan Teror, Pengikut Dalang Serangan Bom Sri Lanka Ditangkap di India

BacaPria di India Potong Jarinya Setelah Pilih Partai yang Salah dalam Pemilu

Sekitar 300 ribu siswa SMA dari 987 ribu gagal lulus ujian di Negara Bagian Tengalana, yang memicu protes dari para orangtua dan kelompok siswa.

Presiden Asosiasi Orang Tua Telangana, N Narayana, mengatakan bahwa Globarena Technologies, perusahaan yang menyediakan sistem memberikan nilai ujian pada siswa.

Perushaan telah mengakui ada gangguan tetapi mereka mengklaim telah memperbaiki sistem tersebut.

“Sayangnya, karena kesalahan ini, siswa yang tidak lulus telah bunuh diri,” kata Narayana.

Salah seorang siswa bernama G Navya, yang mendapat nol dalam ujian bahasa Telugu, mengajukan permohonan evaluasi, dan skornya direvisi menjadi 99.

Menteri Pendidikan negara bagian, G Jagdish Reddy, mengatakan bahwa pihaknya akan memberi sanksi kepada orang atau pihak yang terbukti menyebabkan adanya kesalahan pemberian nilai ujian.

Namun CEO Globarena, VSN Raju, membantah tuduhan tersebut. "Kami tidak melakukan kesalahan besar seperti yang dituduhkan," katanya.

Berdasarkan penyelidikan, peran guru juga menjadi penyebab mengapa banyak siswa yang tidak lulus. Banyak guru di sana yang belum fasih dengan sistem yang menggunakan internet tersebut.

Hasilnya, banyak guru yang salah memasukkan data nilai ujian para pelajar. Beban kerja pada guru juga bertambah, jika menggunakan sistem lama, mereka hanya memeriksa sekikat 30 lembar jawaban, namun dengan sistem perangkat lunak, guru-guri di sana bisa memeriksa 100 lembar jawaban para murid per hari.

(Rachmat Fahzry)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement