nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Propam Periksa Polisi yang Menganiaya Jurnalis saat May Day di Bandung

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 13:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 02 525 2050573 propam-periksa-polisi-yang-menganiaya-jurnalis-saat-may-day-di-bandung-ydidojDieM.jpg Ilustrasi.

JAKARTA - Oknum polisi menganiaya dua wartawan yang meliput Hari Buruh Internasional atau May Day di Bandung, Jawa Barat. Polri tengah melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yang bertindak semena-mena itu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, saat ini oknum polisi tersebut sedang diperiksa oleh Propam Polda Jawa Barat.

"Masuk propam. Akan menindak sesuai prosedur yang berlaku. Saat ini yang bersangkutan sudah ditangani Propam Polda Jabar," kata Dedi di Mabes Polri, Jalan Truno Joyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019).

Kedua korban juga sudah mendatangi Polda Jabar. Mereka sudah diantar oleh pihak Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema.

(Baca juga: Jurnalis Dianiaya Polisi saat Liput Aksi May Day di Bandung)

"Yang jelas untuk anggota Polri yang diduga melakukan tindakan kekerasan sudah dimintai keterangan," ucapnya.

Para korban juga akan menjalani visum guna mengetahui ada tidaknya indikasi pelanggaran dan kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi.

Ilustrasi.

Selain itu, ia juga meminta kepada AJI serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk mengimbau para jurnalis agar menggunakan identitas atau ID pers saat melalukan peliputan. Dikarenakan, kekerasaan yang terjadi pada May Day di Bandung lantaran jurnalis menyerupai massa aksi.

“Kalau yang di Bandung itu karena identitas persnya itu tidak keliatan, menggunakan baju yang sama, warna yang gelap, jadi di saat terjadi chaos, kejadian seperti itu terulang kembali. Saya sudah peringatkan hari ini koordinasi dengan PWI dan AJI,” ujarnya.

Sebelumnya, dua jurnalis yang meliput aksi May Day di sekitar Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, diancam dan dianiaya aparat. Kedua jurnalis itu ialah fotografer Tempo, Prima Mulia dan wartawan freelance, Iqbal Kusumadireza alias Reza. Reza mengaku lutut dan tulang kering kaki kanannya diinjak polisi berkali-kali. Sementara Prima mengaku sempat disekap oleh 3 polisi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini