Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Propam Periksa Polisi yang Menganiaya Jurnalis saat May Day di Bandung

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Kamis, 02 Mei 2019 |13:45 WIB
Propam Periksa Polisi yang Menganiaya Jurnalis saat May Day di Bandung
Ilustrasi.
A
A
A

Ilustrasi.

Selain itu, ia juga meminta kepada AJI serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk mengimbau para jurnalis agar menggunakan identitas atau ID pers saat melalukan peliputan. Dikarenakan, kekerasaan yang terjadi pada May Day di Bandung lantaran jurnalis menyerupai massa aksi.

“Kalau yang di Bandung itu karena identitas persnya itu tidak keliatan, menggunakan baju yang sama, warna yang gelap, jadi di saat terjadi chaos, kejadian seperti itu terulang kembali. Saya sudah peringatkan hari ini koordinasi dengan PWI dan AJI,” ujarnya.

Sebelumnya, dua jurnalis yang meliput aksi May Day di sekitar Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, diancam dan dianiaya aparat. Kedua jurnalis itu ialah fotografer Tempo, Prima Mulia dan wartawan freelance, Iqbal Kusumadireza alias Reza. Reza mengaku lutut dan tulang kering kaki kanannya diinjak polisi berkali-kali. Sementara Prima mengaku sempat disekap oleh 3 polisi.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement