JEPARA - Tradisi Baratan di Jepara Jawa Tengah kental dengan nuansa religi sekaligus memiliki muatan sejarah. Pawai yang digelar warga untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan dilaksanakan jauh-jauh hari. Kenapa? Berikut ulasannya.
“Di Jepara ada tradisi Baratan, itu untuk menyambut Bulan Puasa. Sudah dilaksanakan pada malam Nisfu Syakban di Kalinyamatan,” ujar Kepala Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaupaten Jepara, Ida Lestari, Jumat (3/5/2019).
Dia menjelaskan, Baratan merupakan tradisi karnaval masyarakat Jepara yang erat kaitannya dengan Ratu Kalinyamat. Kegiatan itu juga untuk mengenang meninggalnya Sultan Hadirin yang tak lain adalah suami Ratu Kalinyamat.
“Jadi sebenarnya itu (karnaval) hanya untuk memperingati datangnya Bulan Puasa tetapi oleh para pemuda di sana dikaitkan dengan pada saat meninggalnya Sultan Hadirin suaminya Ratu Kalinyamat yang dibunuh Arya Penangsang,” tukasnya.