Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jangan Buat Analisis Dangkal, Produksi Beras Indonesia Cukup Sepanjang Waktu

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 06 Mei 2019 |09:17 WIB
Jangan Buat Analisis Dangkal, Produksi Beras Indonesia Cukup Sepanjang Waktu
A
A
A

JAKARTA - Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang Sugiarto membantah keras hasil analisis Tim Riset CNBC Indonesia tentang kondisi perberasan selama pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, analisis yang dangkal jika kinerja sub sektor tanaman pangan hanya dilihat dari data PDB tanaman pangan 2015 hingga 2018.

Bambang pun menegaskan kondisi perberasan Indonesia lima tahun ke depan tetap tersedia. Bahkan beras selalu tersedia lebih dari cukup sepanjang waktu.

"Jangan hanya lihat data PDB tanaman pangan 2015-2018, tengoklah data historis jangka panjang, minimal lihat data 2010-2014. Coba lihat data tahun 2011, produksi tidak cukup sehingga pertumbuhan PBD tanaman pangan 2011 itu minus 1,00%, terus pada tahun 2014 hanya tumbuh 0,06%,"ujar Bambang guna menanggapi analisis Tim Riset CNBC Indonesia tentang perberasan di Jakarta, Minggu (5/5).

Selanjutnya pada era pemerintahan sekarang, sambung Bambang, sejak 2015 program besar-besaran rehabilitasi jaringan irigasi 3,5 juta hektar, mekanisasi 460 ribu unit, asuransi usahatani dan lainnya. Hasilnya, produksi naik tinggi, PDB tumbuh positif berturut-turut PDB tanaman pangan 2015 tumbuh 4,32%, 2016 tumbuh 2,57%.

"Terus untuk PDB tanaman pangan 2018 itu 1,48% karena BPS telah menggunakan metode baru menghitung angka produksi padi metode Kerangka Sampling Area (KSA, red)) yang berimbas pada angka pertumbuhan PDB nya," tuturnya.

"Jadi tolong analisis CNBC agar lebih komprehenship dengan mencermati perubahan angka-angka dengan memperhatikan adanya perubahan metode pengukuran di BPS," tegas Bambang.

kementan

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement