“Ketika dipanggil tidak ada yang menyahut, malah anak laki-laki yang tidur di belakang itu dari mulutnya mengeluarkan busa. Setelah dicek kembali, dua orang yang tidak sadar itu masih ada gerakan,” kata Satia.
“Segera saya menghubungi petugas piket provoost, Pasi Intel dan Tim Kes Batalyon 132/BS. Setelah Pasi Intel koordinasi dengan pihak kepolisian dan kita berangkat membawa korban ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Husada Bunda. Anak laki-laki itu tidak dapat tertolong, meninggal, sementara yang dua orang masih hidup dan dalam perawatan dokter,” tuturnya.
Baca Juga : Satgas Yonmek 521 Musnahkan Ribuan Miras Ilegal di Perbatasan RI-PNG
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.