nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Identifikasi 3 Harimau Sumatera Baru, Taman Nasional Berbak-Sembilang Pasang Camera Trap

Inews, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 14:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 08 340 2053072 identifikasi-3-harimau-sumatera-baru-taman-nasional-berbak-sembilang-pasang-camera-trap-MvuTK2vWvx.jpg Ilustrasi Harimau (Google)

BERBAK - Taman Nasional Berbak-Sembilang berhasil mengidentifikasi 3 ekor Harimau Sumatera Baru. Di mana, harimau tersebut belum pernah terdeteksi keberadaannya.

Harimau Sumatera menjadi satwa langka yang sangat dilindungi karena terancam oleh kepunahan. Berbagai cara dilakukan untuk menyelamatkan harimau sumatera.

Di tengah ancaman keberlangsungan Harimau Sumatera, Taman Nasional Berbak dan Sembilang bersama ZSL berhasil identifikasi harimau baru. Ketiga harimau tersebut diberi nama Bujang, Kulup dan Supik.

 Baca juga: Penyu Langka Sepanjang 67 Cm Ditemukan Mati di Jembrana

Tiger Conservation Project Manager ZSL, Yoan Dinata mengatakan, beberapa landscape yang tadinya ada harimau, sekarang sudah tidak ada. Sekarang, salah satu habitat penting yang masih tersisa saat ini di sumatera yaitu di landscape Berbak dan Sembilang.

 https://img-z.okeinfo.net/content/2019/02/28/340/2024192/3-ekor-harimau-sumatera-berkeliaran-di-perkebunan-warga-vEAqr8mKwk.jpg

"Upaya yang kita lakukan antara lain yaitu melakukan pemantauan secara rutin tentang status populasi harimau sumatra di taman nasional," ujarnya.

Menuju lokasi pun cukup banyak persiapannya, dimulai dari perencanaan dan persiapan di Kantor Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang.

 Baca juga: Elang Flores Terancam Punah, Populasinya Tinggal 10 Ekor di Taman Nasional Kelimutu

Berangkat dari Kota Jambi harus melewati Desa Simpang dan memakan waktu 4 jam. Apalagi, jalan yang dilalui tidak terlalu nyaman karena sebagian jalan masih berupa tanah.

Sesampai di Desa Simpang, Tim conservasi harus melalui jalur sungai. Dengan menyusuri luasnya sungai Batang hari dan sampai ke sungai Hitam Dalam.

Sesampai di Taman Nasional Berbak Sembilang, pastinya kita akan melihat pemandangan hutan yang luas. Bagaimana tidak, taman nasional tersebut memiliki luas 2.051 Km persegi yang terdiri dari hutan rawa gambut dan air tawar.

Tim monitoring pun langsung mencari lokasi yang cocok untuk memasang camera trap. Pemasangannya pun cukup sulit, hal ini diakrenakan mereka harus mengetahui jalur yang sering dilalui harimau dan mangsanya.

 Baca juga: Hormati Pelestarian Hewan Laut, Rusia Akan Bebaskan 100 Paus Orca dan Beluga

Setelah lokasi ditentukan, kamera trap diatur setelan waktu dan penyimpanannya. Kamera pastinya dipasang berhadapan untuk memotret kedua sisi badan dari harimau agara dapat diidentifikasikan corak lorengnya.

Kepala Balai Taman Nasional Berbak Sembilang, Pratono Puroso mengatakan, monitoring ini sendiri tidak hanya melihat harimaunya tapi juga mangsanya serta kondisi habitatnya. Pihaknya juga mencari tanda-tanda yang lain, misalnya perburuan yang akan tertangkap sehingga pengambilan keputusan terhadap konservasi harimau bisa lebih terarah dan fokus.

"Oleh karena itu memang kita harus berkolaborasi baik dengan NGO, mitra-mitra yang lain, private sector dan masyarakat pemerintah daerah," ujarnya.

Dirinya mengatakan, bantuan pihak lain diperlukan karena adanya cakupan yang lebih luas individu yang belum terdeteksi di kegiatan sebelumnya akhirnya bisa terdeteksi kemudian. "Dan juga sisi pengamanan karena ada pengamanan yang rutin mencangkup wilayah yang strategis sehingga mereka merasa nyaman berkembang biak di situ," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini