nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satpol PP Tangerang Temukan Penjual Minuman Keras di Bulan Puasa

Antara, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 19:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 08 340 2053141 satpol-pp-tangerang-temukan-penjual-minuman-keras-di-bulan-puasa-ZGlLf13Z94.jpg Miras (Okezone)

TANGERANG - Aparat Satpol PP Kabupaten Tangerang, Banten, menemukan puluhan botol minuman keras berbagai merek yang dijual pedagang pada bulan puasa Ramadhan di Kecamatan Sukamulya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Yusuf Herawan di Tangerang, Rabu, mengatakan petugas juga melakukan razia terhadap rumah makan yang buka siang hari.

"Ternyata ditemukan 30 botol minuman keras dijual pedagang di warung jamu di jalan Raya Ceplak, Kecamatan Sukamulya," katanya mengutip laman Antaramews.

 Baca juga: Pemprov NTT Akan Legalkan Penjualan Miras Tradisional, Apa Dampaknya?

Yusuf mengatakan operasi penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman (Trantib) Kecamatan Sukamulya, Sahri Hidayat.

Dia mengatakan operasi penertiban itu mengacu pada imbauan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar No. 538/1432-SPPP/2019 tentang penutupan tempat penjualan minuman yang mengandung alkohol.

Dalam imbauan itu juga dijelaskan mengenai penutupan rumah makan pada siang hari, penutupan tempat hiburan seperti spa, panti pijat, karaoke, rumah bilyar selama satu bulan Ramadhan.

 Baca juga: Usai Tenggak Miras, Jukir Tewas Terjatuh dari Ketinggian 3 Meter

Ia mengingatkan kepada pedagang jamu tersebut agar tidak menjual kembali minuman keras untuk menghormati umat yang sedang menjalankan ibadah.

Dia mengatakan petugas mengamankan 30 botol minuman keras di Kantor Kecamatan Sukamulya dan setelah Lebaran 2019 akan dimusnahkan.

Petugas juga mengelar operasi penertiban terhadap rumah kontrakan yang diduga digunakan sebagai tempat istirahat pasangan yang bukan suami istri.

Setiap rumah kontrakan dan tempat kos diperiksa, namun tidak ditemukan pasangan yang bukan suami istri menginap.

 Baca juga: Pesta Miras di Kosan, 9 Pemuda & 1 Wanita Digerebek Petugas Satpol PP

Hal tersebut dilakukan karena adanya laporan dari warga setempat, bahwa tempat kos dan rumah kontrakan dimanfaatkan untuk berbuat mesum.

Sementara itu, Sekretaris MUI Kabupaten Tangerang, Nur Alam mengatakan mendukung upaya Satpol PP setempat yang menindak bila ada restoran atau tempat hiburan yang masih buka selama puasa.

"Ini merupakan langkah positif agar pengusaha juga dapat menghormati umat yang sedang menjalankan ibadah," katanya.

Nur Alam menambahkan sifat toleransi antarumat beragama harus ditumbuhkembangkan pengusaha dan itu merupakan perintah dari bupati, bila melanggar pasti ada sanksinya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini