Hal ini diperkuat dengan pernyataan Kasie Ketersediaan Bidang ketersediaan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Hengki Habi bahwa kini harga cabai rawit merah mulai turun.
"Buktinya harga yang semula di tiga hari awal puasa saat ini mulai turun di pasaran dengan kisaran Rp 70 - 80 ribu per kg. Kenaikan di tiga hari awal puasa hanya dikarenakan buruh petik lebih fokus untuk melaksanakan ibadah puasa setelah itu lambat laun kembali turun dan normal," jelas Hengki.
Salah satu pedagang besar di pasar sentral, Romi menyakinkan bahwa harga dan pasokan cabai rawit dalam beberapa hari ke depan akan kembali normal.
"Tercatat hari ini, (Kamis, 9/7) saja sudah turun di kisaran Rp 70 - 80 ribu per kg, kemarin (Rabu, 8/7) masih di kisaran Rp 80 - 90 ribu per kg, yang semula awal puasa bisa tembus Rp 120 ribu per kg," ucapnya.
Hal ini, lanjut Romi, karena kebiasaan tiga sampai empat hari awal puasa petani libur petik dan lebih fokus melaksanakan ibadah puasa, setelah itu akan kembali beraktifitas. Harga normal cabai rawit di pasaran Gorontalo berkisar Rp 40 - 50 ribu per kg.
Yanto, salah satu pedagang besar antar provinsi, menyampaikan bahwa saat ini stok cabai rawit di Gorontalo masih aman, buktinya setiap hari dia bisa mensuplai antara 5 - 6 ton per hari dengan tujuan Manado yang berasal dari pedagang lokal Gorontalo 2 ton, Parigi Moutong Sulteng 1,5 ton dan Maros Sulsel 1 ton.