nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KP2C Siap Fasilitasi Pembentukan Forum Dialog Sungai Cikeas

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 11 Mei 2019 00:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 11 338 2054265 kp2c-siap-fasilitasi-pembentukan-forum-dialog-sungai-cikeas-zcVWvyMQID.JPG Sampah bambu menggunung di Sungai Cikeas, Bogor (Foto: KP2C)

JAKARTA - Sebanyak 2.000 kubik sampah bambu menggunung di aliran sungai Cikeas dan menyumbat Bendung Koja di Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/5/2019) pagi. Volumenya bahkan lebih besar dari sebelumnya.

Bila hujan lebat mengguyur hulu sungai, potensi banjir di sejumlah perumahan di bantaran sungai Cikeas dimungkinkan terjadi. Setidaknya terdapat enam perumahan terancam karena berlokasi tak terlalu jauh dari Bendung Koja.

Pemukiman yang terancam banjir, berdasarkan data KP2C, ada dua di Kabupaten Bogor (Vila Nusa Indah 3 dan Vila Mahkota Pesona); dan empat di Kota Bekasi (Bumi Perkemahan Jatisari, Puri Nusaphala, Perum Mandosi Permai, TPU Jatisari). Pemerintah daerah terkait diharapkan segera bertindak, menyusul adanya kejadian banjir bandang di kawasan Cibubur dan sekitarnya akibat meluapnya sungai Cikeas belum lama ini.

Berjubelnya sampah yang 95 persen terdiri dari bambu itu diinformasikan anggota Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) kepada Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C), Puarman.

"Volumenya lebih besar dibanding sebelumnya. Dan ini sangat mengancam warga bantaran Cikeas," ujar Puarman, dalam keterangannya. 

KP2C lanjutnya, telah mengkomunikasikan kondisi itu kepada pihak-pihak terkait segera setelah menerima berita tersebut. Pihak yang sudah dihubungi KP2C adalah Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWS CilCis), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kepala Perum Jasa Tirta 2  unit Bekasi, Camat Jatiasih dan Lurah Jatiasih.

Sampah Bambu di Sungai Cikeas

Persoalan banjir sampah bambu yang berulang terus berujung pangkal pada hulu dan hilir sungai Cikeas. Di hulu ada ratusan rumpun bambu bermasalah. Ada yang hampir rubuh, sudah rubuh dan menutup aliran sungai, dan juga bekas tebangan. Berdasarkan data KP2C, sumber sampah sebanyak 50 persen berasal dari Kabupaten  Bogor. Selebihnya berbagi imbang antara Kota Depok dan Kota Bekasi. 

Untuk sampah bambu di hulu, menurut Puarman, perlu peran BBWS CilCis. Sementara permasalahan di hilir dengan menumpuknya sampah bambu di Bendung Koja, Puarman mengatakan  sedang dikoordinasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi untuk penanganan sampahnya. Ini merupakan kejadian  ke-12 kali sejak Oktober 2018.

"Jika hulunya tidak diselesaikan, masalah di hilir selalu akan terjadi," ujar dia.

Hingga Jumat malam belum diperoleh informasi langkah-langkah penanganan yang akan digiatkan oleh instansi terkait.

Sumber sampah bambu

Beberapa waktu lalu, KP2C bersama instansi terkait  melakukan susur sungai Cikeas. Hasilnya, ada lebih 100 titik sumber sampah bambu, tersebar di Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan sebagian Kota Depok.

Sampah Bambu di Sungai Cikeas

Ironisnya, sudah berulang kali dibersihkan, sampah bambu tetap saja datang, menumpuk dan menyumbat Bendung Koja. Melihat solusi belum terurai dengan baik, KP2C meminta Walikota Bekasi, Bupati Bogor dan Wali Kota Depok turun langsung mengatasi persoalan ini.

"Tanpa intervensi langsung beliau-beliau, kami tidak yakin persoalan sampah bambu ini akan menemui jalan keluar. Ataukah menunggu bencana banjir terjadi dulu, baru rame-rame ditangani secara serius," kata Puarman.

Untuk mengatasi persoalan tak berujung ini, KP2C mengusulkan agar pemerintah membentuk Forum Dialog Sungai Cikeas. Anggotanya terdiri dari perwakilan pemerintah pusat, instansi dan komunitas sungai di tiga wilayah, yakni Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kota Depok.

"KP2C siap mengondisikan terbentuknya forum tersebut. Karena kami melihat penanganan permasalahan ini krusial dan perlu secepatnya ditemukan solusinya," katanya menandaskan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini