nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KKP Kembali Tenggelamkan Tiga Kapal Vietnam

Ade Putra, Jurnalis · Minggu 12 Mei 2019 15:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 12 340 2054687 kkp-kembali-ditenggelamkan-tiga-kapal-vietnam-6IjPicoBm8.jpg

PONTIANAK - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali memusnahkan Kapal Ikan Asing (KIA) sebagai barang bukti tindak pidana perikanan yang telah memiliki kekuatan hukum atau inkracht. Tiga kapal yang dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

"Sebenarnya lima yang ditenggelamkan hari ini. Tapi, pada saat akan ditarik ke lokasi penenggelaman, dua kapal lainnya kandas. Jadi hanya tiga yang ditenggelamkan," jelas Plt Direktur Penanganan Ulang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikana (PSDKP) Pontianak, Eko Rudianto, usai penenggelaman.

Rencanannya, dua kapal ini akan ditarik kembali dan akan dimusnahkan pada tahapan selanjutnya bersamaan dengan kapal-kapal yang belum dieksekusi. Diperkirakan dua pekan setelah hari raya Idulfitri. “Makin cepat dimusnahkan semua, makin bagus,” ucapnya.

Selain itu, dirinya berharap untuk kapal-kapal yang masih dalam proses hukum, kasasi dan banding agar bisa secepatnya dieksekusi kembali. Hal tersebut senada dengan apa yang dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti beberapa waktu lalu saat pemusnahan kapal tahap pertama di Tanjung Datu.

Yang mana, Menteri Susi tidak ingin menyisakan pekerjaan rumah sebelum masa jabatannya berakhir, apabila dirinya tidak dipilih kembali menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar, Agus Sahat S.T Lumban Gaol mengatakan, dengan terkesan lamanya proses eksekusi pemusnahan kapal ini dan dilakukan secara bertahap, dikarenakan mengikuti proses hukum yang ada.

Apalagi terkait dengan permintaan Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang menginginkan adanya aturan percepatan pemusnahan kapal pencuri ikan di Indonesia. Kata dia, hal tersebut tidak bisa serta merta dilakukan begitu saja. Untuk membuat aturan ini harus mengikuti proses dan aturan yang ada.

“Ya, kita mau saja segera melakukannya tapi kita harus mengikuti aturan yang ada dan tunduk pada tatanannya,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/5/2019), di tempat yang sama telah dilakukan penenggelaman 13 kapal. Ditambah pemusnahan tiga kapal hari ini, artinya masih menyisakan sekitar delapan kapal dan satu sekoci lagi yang belum ditenggelamkan di perairan Kalbar.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini