TEHERAN – Seorang komandan senior Garda Revolusi Iran pada Minggu mengatakan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di Teluk dahulu dianggap sebagai sebuah ancaman serius bagi Teheran, tetapi sekarang menunjukkan sebuah sasaran.
Militer AS telah mengirim pasukan, termasuk kapal induk dan pengebom B-52, ke Timur Tengah dalam suatu langkah yang menurut para pejabat AS dibuat untuk menghadapi "indikasi yang jelas" ancaman dari Iran terhadap pasukan Amerika di wilayah tersebut.
USS Abraham Lincoln menggantikan kapal induk lain yang digilir keluar dari Teluk bulan lalu.
"Sebuah kapal induk yang memiliki setidaknya 40 hingga 50 pesawat di dalamnya dan 6.000 pasukan yang berkumpul di dalamnya merupakan ancaman serius bagi kami di masa lalu, tetapi sekarang ini adalah target dan ancaman telah beralih ke peluang," kata Amirali Hajizadeh, kepala divisi kedirgantaraan Garda Revolusi sebagaimana dilansir Reuters, Senin (13/5/2019).
"Jika (Amerika) bergerak, kami akan menghantam kepala mereka," tambahnya, dikutip kantor berita ISNA.