nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNN Minta Dirjen Pas Tanggung Jawab soal Kerusuhan di Rutan Siak

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 06:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 13 337 2054839 bnn-minta-dirjen-pas-tanggung-jawab-soal-kerusuhan-di-rutan-siak-n5I3QP7Ibo.jpg Pasca-kerusuhan di Rutan Siak. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta pertanggungjawaban dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) menyusul adanya insiden kerusuhan dan kebakaran di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Siak Sri Inderapura.

Direktur Prekusor Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Anjan Pramuka mendesak Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami untuk bertanggung jawab. Bahkan, diminta melepas jabatan apabila ditemukan kesalahan dalam pengelolaan di dalam Rutan Siak.

"Dirjen PAS harus bertanggung jawab atas masalah yang terjadi ini," kata Anjan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, di Jakarta, Minggu 12 Mei 2019.

(Baca juga: Kondisi Kasat Narkoba Siak Membaik Pasca-Operasi)

Mantan Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri ini menjelaskan, pencopotan itu harus segera dilakukan lantaran Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani ikut menjadi korban dengan mengalami luka tembak.

"Bila seandainya pengawasan ketat, dan tak ada lagi narkoba didalam rutan, pastinya tragedi itu tidak akan terjadi," tutur Anjan.

Ia menyampaikan duka yang mendalam kepada jajaran kepolisian yang menjadi korban penembakan di kala tengah berjuang untuk memberantas peredaran narkotika di Indonesia.

"Saya merasa ikut prihatin dengan apa yang menimpa, segera lakukan perbaikan dengan mengganti dirjen PAS," ucap Anjan.

Menurut Anjan, permasalahan di dalam rutan maupun lapas masih bebas berkeliaran di dalamnya. Hal itu terjadi karena di dalam penjara tersebut ada fasilitas super yang diberikan para sipir.

"Karena selama ini ada anggapan lebih mudah menjual narkotika didalam penjara dibanding menjual di luar," tutur Anjan.

(Baca juga: Ini Penampakan Rutan Siak Pasca-Dibakar Narapidana)

Di sisi lain, Anjan berpandangan selama ini keberadaan napi dalam lapas maupun rutan kerap menjadi hulu atas masuknya narkotika ke Indonesia. Di mana bandar besar yang tengah menjalani masa tahanan dengan mudahnya mengendalikan masuknya narkoba.

"Karena apa? Ya karena pengawasan itu yang sangat lemah. Napi di dalam bisa menggunakan telepon genggam sesuka hati mereka dengan bantuan sipir," papar Anjan.

Kerusuhan terjadi di Rutan Kelas IIB Siak, Riau, yang menyebabkan bangunan yang ada dibakar napi kemarin. Bahkan, seorang perwira polisi tertembak dalam kerusuhan yang terjadi.

Hingga kini Kepolisian Resor Siak masih memburu sebanyak 15 tahanan dan warga binaan Rumah Tahanan Negara Kelas II B Siak Sri Inderapura yang kabur usai insiden itu.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini