nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Lampion Waisak Dilepaskan Kirim Doa Perdamaian Indonesia

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 16:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 19 337 2057610 ribuan-lampion-waisak-dilepaskan-kirim-doa-perdamaian-indonesia-0BzO1i0RBN.jpg Pelepasan ribuan lampion dari Candi Borobudur dalam rangka perayaan Hari Raya Waisak 2019. (Ist)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menghadiri pelepasan ribuan lampion dari Candi Borobudur dalam rangka perayaan Hari Raya Waisak 2019. Pelepasan lampion dilakukan oleh umat Buddha yang dihadiri sejumlah petinggi negeri serta luar negeri.

Acara itu dilaksanakan sejak Sabtu (18/5/2019) malam hingga Minggu (19/5/2019) pagi di Kompleks Pelataran Candi Agung Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Selain itu, doa untuk perdamaian Indonesia pasca-Pemilu 2019 juga turut dipanjatkan.

"Lampion ini sebuah wujud doa untuk perdamaian," kata Hasto dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu (19/5/2019).

Tema perayaan Waisak 2019 yakni 'Pahami Hati, Tampakkan Kesejatian Diri'. Menurut Hasto, tema tersebut sangat relevan bagi bangsa Indonesia. Sebab, itu menggambarkan kebahagiaan kala manusia memahami seluruh suara hati nuraninya yang bersumber pada Hyang Ilahi.

"Dengan demikian ketika hati bersih, penuh dengan gambaran kehendak Ilahi, maka bersih pula pikiran dan tindakannya, dan dengan demikian akan mengalirlah keseluruhan hal-hal positif dari dalam dirinya, dan membawa dampak positif bagi lingkungannya," ujar Hasto.

Hasto Kristiyanto (kiri). (Dok Okezone)

Menurut Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf itu, kontekstualisasi ajaran tersebut menjadi penting. Terlebih dalam situasi saat ini dimana masih ada kalangan kecil yang mencoba memaksakan kehendaknya dengan mengingkari proses demokrasi yang telah disuarakan rakyat secara bebas, merdeka, dan berdaulat.

"Ketika rakyat sudah memberikan suaranya bagi Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin, lalu ada sekelompok kecil orang yang mengingkari suara rakyat dengan melakukan gerakan menghasut melalui narasi curang, maka kelompok tersebut belum memahami makna pahami hati tampakkan kesejatian diri," ulasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Siti Hartati Murdaya menjelaskan, Tri Hari Suci Waisak diperingati dalam rangka mengenang kemuliaan dan keguruan Sang Gautama Buddha sehingga bisa mengembangkan kebajikan dan kebahagiaan diri dalam dunia ini.

"Perayaan tahun ini bertema pahami hati tampakkan kesejatian diri. Bagaimana melatih diri memerangi musuh yakni ego dalam diri sendiri yang membuat manusia selalu dalam hawa nafsu," kata Hartati.


Baca Juga : Ratusan Umat Buddha Rayakan Waisak di Vihara Mahavira Jakarta Utara

Selain Hasto, acara tersebut turut dihadiri Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Dubes Thailand untuk RI Songphol Sukchan, dan Kabaharkam Polri Komjen (Pol) Condro Kirono.

Lalu Aster Panglima TNI Mayjen George Supit, Pangdam IV Diponegoro Mayjen (TNI) Moh. Effendi, Kapolda Jateng Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel, Bupati Magelang Zaenal Arifini, dan Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini