Tiket Pesawat Mahal, Pemudik ke Jawa Diprediksi Gunakan Bus dan Jasa Travel

krjogja.com, · Senin 20 Mei 2019 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 20 512 2057862 tiket-pesawat-mahal-pemudik-ke-jawa-diprediksi-gunakan-bus-dan-jasa-travel-4jicrB6zb0.jpg Ilustrasi

SUKOHARJO - Pemudik dengan menggunakan transportasi darat khususnya bus dan travel pada musim mudik dan balik Lebaran tahun ini diprediksi mengalami peningkatan signifikan.

Kondisi tersebut disebabkan karena mahalnya harga tiket pesawat. Agen penjualan tiket bus dan travel senang karena sekarang sudah mendapatkan banyak pesanan baik untuk perjalanan mudik dan balik Lebaran hingga Juni mendatang.

Salah satu agen penjualan tiket bus dan travel di Jalan A Yani Kartasura Suci Handayani, Senin (20/5/2019) mengatakan, sangat berharap Lebaran tahun ini bisa mendapatkan untung besar karena kondisi masyarakat sekarang lebih memilih menggunakan bus dan travel untuk pergi keluar daerah. Hal tersebut terjadi karena faktor mahalnya harga tiket pesawat. Belum lagi biaya harus dikeluarkan ekstra untuk membayar biaya bagasi pesawat.

Ilustrasi Mudik (Okezone)

Antusias masyarakat untuk memilih menggunakan transportasi darat khususnya bus sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu. Sebab penjualan tiket bus mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pada tahun 2018 lalu. Para agen penjualan tiket berharap hal tersebut juga dirasakan saat musim mudik Lebaran nanti.

“Lebaran tahun ini menjadi momen pas bagi pengelola bus sebab masyarakat mengeluh soal mahalnya tiket pesawat dan harus membayar biaya bagasi ekstra. Sejak sekitar dua atau tiga bulan lalu ada kenaikan penumpang bus yang beli tiket kesini. Harapannya saat Lebaran nanti penjualan tiket bus juga meningkat dan agen bus bisa dapat untung besar,” ujarnya.

(Baca Juga: Persiapan Mudik 2019, Sistem One Way di Tol Trans Jawa Diuji Coba 30 Mei)

Suci mengatakan, kondisi sekarang merupakan kebangkitan transportasi darat khususnya bus untuk melayani masyarakat. Sebab sudah hampir sepuluh tahun lebih bus kalah dengan pesawat yang dipilih masyarakat.

“Dulu saat booming harga tiket pesawat sangat murah dan masyarakat lebih memilih daripada naik bus. Sekarang masyarakat kembali memilih bus karena harga tiket pesawat mahal,” lanjutnya.

Ilustrasi Mudik (Okezone)

Tidak hanya faktor harga tiket pesawat mahal saja, namun juga berbagai terobosan sudah dilakukan oleh pengelola atau pemilik bus untuk melayani masyarakat. Seperti layanan fasilitas peremajaan bus yang lebih canggih dan modern. Selain itu juga kelengkapan kenyamanan lain.

“PO bus sekarang sudah mengalami perubahan dan kembali dipilih masyarakat. Seperti armada bus yang baru sehingga membuat penumpang nyaman. Selain itu juga karena faktor harga tiket bus lebih murah dan perjalanan lancar setelah ada jalan tol,” lanjutnya.

Salah satu pemudik warga Colomadu, Karanganyar Basuki mengatakan, tahun ini pada musik mudik Lebaran memilih menggunakan bus untuk pulang ke kampung halaman Surabaya. Selain karena lebih murah dibandingkan naik pesawat, juga naik bus lebih nyaman sebab pembatasan barang bawaan di bagasi tidak seketat di pesawat.

(Baca Juga: Kenali Bahaya Microsleep saat Mengemudi Selama Arus Mudik)

“Dua tahun lalu saya mudik masih naik pesawat ke Surabaya tapi tahun ini pilih naik bus sesuai permintaan keluarga karena biaya lebih murah,” ujarnya.

Basuki mengatakan akan mudik ke Surabaya pada 30 Mei menggunakan bus. Sedangkan perjalanan balik kembali dilakukan 9 Juni mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indrianto mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan instansi lain baik di jajaran Pemkab Sukoharjo maupun Dishub daerah lainnya diketahui ada kemungkinan kenaikan pemudik menggunakan transportasi darat khususnya bus. Rombongan bus tersebut datang dari berbagai daerah tujuan dan paling banyak Jakarta ke Sukoharjo.

“Musim mudik Lebaran tahun ini kami mengantisipasi adanya lonjakan bus pemudik yang datang ke Sukoharjo. Beberapa terminal dan tempat transit sudah kami siapkan untuk menampung pemudik yang datang,” ujarnya.

Terminal yang disiapkan seperti Terminal Kartasura, Terminal Sukoharjo Kota dan Terminal Tawangsari. Ketiganya merupakan tempat resmi yang ditunjuk.

“Bus juga diperbolehkan menurunkan penumpang atau pemudik di tempat asal PO itu sendiri karena memiliki halaman luas. Kami melarang bus menurunkan ditempat agen di pinggir jalan karena rawan menyebabkan kemacetan panjang,” lanjutnya.

Titik larangan tersebut seperti di Jalan KH Samanhudi atau disekitar pertigaan gapuran Sritex sampai ke pertigaan trafficlight Carikan. Disepanjang jalur tersebut banyak terdapat agen bus dan tumpukan penumpang. Akibatnya sering terjadi kemacetan panjang kendaraan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini